Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
DKP Meranti Terima DAK Rp. 2,2 M Bangun Hatchery
PELITARIAU, Selatpanjang - Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Meranti mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 2,2 Miliyar. Dana DAK bidang perikanan dari pemerintah pusat tahun 2015 ini dipergunakan untuk pembangunan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) dan Hatchery.
Hatchery merupakan sebuah tempat untuk pembenihan dengan memanipulasi suhu ruangan menjadi lebih hangat/panas, agar kondisi air dalam hatchery tersebut juga panas. Dikarenakan suhu panas mempercepat metabolisme ikan apalagi jika suhu panas cenderung lebih meningkatkan nafsu makan ikan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Meranti, Askandar melalui Kabid Tangkap, Ishak Selasa (3/2) kemarin mengatakan kepada wartawan, bahwa DAK bidang perikanan dari pemerintah pusat itu akan digunakan untuk program pengembangan pengembangan bibit ikan. Mengingat begitu banyaknya kebutuhan benih untuk pengembangan budidaya ikan, maka di Kepulauan Meranti sebaiknya dibangun pembenihan (hatchery).
Hatchery yang dibangun mencakup Balai Benih Ikan (BBI) air tawar, Selain BBI di dibangun juga unit pembenihan rakyat (UPR) untuk memproduksi ikan dan udang bagi budidaya air payau dan laut. Adapun benih ikan yang akan dikembangkan adalah jenis ikan Kakap, Kerapu, bandeng dan udang.
“Bantuan DAK sebesar Rp 2,2 miliar dari Kementerian dan kelautan itu akan digunakan untuk pembangunan tempat pembenihan dan pembudidayaan ikan air payau dan air tawar yang di pusatkan di desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebingtinggi Barat,”ungkap Ishak.
Dirinya menambahkan BPBAP yang akan dibangun nanti nya bisa menjadi tempat pembenihan ikan terbesar di Riau, berdasarkan benih ikan yang dikembangkan terdiri dari banyak jenis yang melibatkan pendamping dan peneliti dari luar.
Usaha budidaya ikan air tawar dan air payau semakin hari semakin menggiurkan, Menurut laporan Badan Pangan PBB, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun, Meski saat ini konsumsi ikan lebih banyak dipasok oleh ikan laut, namun pada tahun 2018 produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap.
Saat ini, usaha budidaya ikan air tawar dan air payau memiliki prospek cerah dan bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara baik dan benar. Dengan demikian masyarakat berpeluang mendapatkan penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Penulis: Doni Ruby Saputra
Editor : rio
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









