Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
KNTI Siap Mendukung Subsidi Bagi Nelayan Kecil
PELITARIAU, Tanjungbalai - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dalam kurun waktu 6 minggu melakukan survey di 25 kabupaten/kota yang tersebar se Indonesia, salah satunya di Kota Tanjung Balai. Ketua KNTI Tanjung Balai-Asahan, Imam Azhari menyampaikan KNTI melakukan survei kepada nelayan tradisional (kecil) untuk mengurai permasalah akses nelayan tradisional terhadap BBM Bersubsidi.
“Nelayan tradisional yang kita jumpai pada saat survey, menggantungkan harapannya kepada KNTI agar dapat membantu mensejahterakan nelayan khususnya kemudahan akses BBM Bersubsidi serta kestabilan harga ikan," terang Imam.
Nelayan juga meminta hasil data ini ada followup-nya, KNTI sendiri berencana akan mempublikasikan hasil surveinya dalam waktu dekat ini.
Sambung Imam, aktivitas survei ini mendapatakan dukungan dari pemerintah dan DPRD Kota Tanjungbalai.
Walikota dan DPRD sangat mendukung dan mengapresiasi adanya survei ini. Survei yang dilakukan ini dapat meringankan atau membantu pemerintah khususnua Kepala Dinas Perikanan yang sangat mengapresiasi adanya survei ini,” tuturnya.
Dukungan tersebut tidak membuat KNTI Tanjungbalai berpuas diri, karena yang menjadi patokan adalah realisasi dari hasil survei yang dilakukan ini apakah dapat benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi nelayan. Ketika data sudah terkumpul, kemampuan pemerintah kota diuji apakah bisa memberikan solusi atau tidak.
Dilapangan Imam menemukan, hal yang menjadi masalah keluarga nelayan salah satunya ketidakmampuan mengatur keuangan terutama ketika mendapatkan hasil tangkapan yang lumayan dimana nelayan mendapatkan banyak pemasukan (uang).
“Ketika survei di lapangan ada sebagian nelayan yang mengaku pernah mendapatkan Rp 5 juta hanya sekali melaut (pagi-sore), hal ini terjadi pada saat sedang musim ikan.” paparnya.
Lanjut Imam, dari kegiatan survei ini menyadarkan kita semua bahwa masih banyak nelayan kecil yang belum mendapatkan BBM bersubsidi, sehingga KNTI harus bekerja lebih masif agar nelayan bisa mendapatkan BBM bersubsidi.
“Soal kemudahan akses Nelayan kecil terhadap BBM bersubsidi ini, harus segera kita upayakan sebagai wujud hasil dari kegiatan survei.” sebutnya.
Hasil pendataan atau survei ini akan segera dipublikasikan dalam waktu dekat ini, hasil pendataan ini harapannya bisa mendorong kesejahteraan nelayan kecil di Tanjungbalai dan Asahan.
“Setelah hasil surveinya dipublikasikan, kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD, nelayan sendiri sebenarnya harapannya tidak muluk-muluk, nelayan hanya menginginkan hak-haknya terpenuhi.” tutup Imam. **prc4
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









