Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pedagang Buah Di Inhu Belum Tahu Apel Beracun
PELITARIAU, Rengat - Sejumlah pedagang buah yang berada di pasar Airmolek Kec. Pasir Penyu Inhu belum tahu mengenai larangan dari Kementrian Perdagangan tentang larangan peredaran apel impor jenis granny smith dan gala.
Kedua jenis apel ini karena diduga terkontaminasi bakteri berbahaya, listeria monocytogenes.
Para pedagang di daerah ini mengaku mereka belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut.
Dari pantauan Pelitariau.com, Minggu (1/2) apel impor masih banyak dibeli masyarakat, seperti di kios buah pasar Airmolek.
Iwan(24) pedagang buah mengaku, banyak pedagang lainnya tidak tahu jika ada larangan tidak menjual apel impor jenis Granny smith best dan big B dengan code CA93312, yang terindikasi mengandung bakteri berbahaya.
"Pihak pemerintah belum ada yang datang kesini dan saya belum tahu soal larangan itu ,maklum jarang nonton tv, selama ini masih banyak yang membeli apel ini, Jadi masih saya jual," ungkap Iwan.
Menurutnya, jika pemerintah nantinya berniat menarik buah berbahaya ini, harus ada ganti rugi buat pedagangnya, senilai modal pembelian buah dari agen.
"Pedagang juga harus dipikirkan dan jika ditarik begitu saja, kita rugi lah," ungkap Iwan.
Sementara, penjualan apel impor jenis lainnya di sejumlah toko buah, masih stabil seorang pedagang buah mengaku penjualan masih seperti biasa.
Sementara dari keterangan Yanti (27), warga Ai molek mengatakan, dirinya sekarang berhati-hati dalam membeli buah impor, bahkan memilih tidak membelinya lagi karena khawatir beracun.
Sebagaimana diketahu bahwa pemerintah telah melarang perdagangan buah apel jenis Grannys Smith dan galan produksi Bidart birt, Bakersfield,California Amerika serikat.
Kedua jenis apel yang biasa dijual jenis apel Grannys best dan Big B di Indonesia diduga mengandung bakteri berbahaya bagi manusia.
Bakteri tersebut dapat mengakibatkan manusia terinfeksi serius, seperti demam berdarah, sakit kepala, diare, keguguran pada wanita hamil, dan infeksi jangka panjang yang menyerang kekebalan tubuh.
Penulis: Muhammad Anshori
Editor : rio
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









