• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1131 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2443 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2813 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5376 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2454 Kali

  • Home
  • Nasional

Pernyataan KSAL Terkait KRI Nanggala 402 Yang Temukan Titik Terang

zulpen

Ahad, 25 April 2021 14:40:45 WIB
Cetak
Pernyataan KSAL Terkait KRI Nanggala 402 Yang Temukan Titik Terang
Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Kapal selam tersebut bergabung dengan jajaran TNI AL tahun 1981. (Handout/Indonesia Military/AFP)

PELITARIAU, Jakarta - Pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Perairan Bali berbuah hasil. Pada Sabtu, 24 April 2021, TNI Angkatan Laut (AL) menemukan serpihan milik kapal selam KRI Nanggala 402.

"Telah ditemukan beberapa kepingan yang diyakini bagian atau komponen dari kapal selam KRI Nanggala 402," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Sabtu, 24 April 2021.

Menurut Yudo, serpihan itu telah ditemukan oleh tim pencari bersamaan dengan ditemukannya tumpahan oli.

Serpihan dan barang milik KRI Nanggala 402 itu antara lain matras atau alas yang ada di kapal selam tersebut. "Ini alas yang biasa dipakai ABK KRI untuk salat," kata Yudo.

Kemudian, Yudo menegaskan, kemungkinan besar keretakan terjadi karena kapal selam KRI Nanggala 402 berada di kedalaman 850 meter.

Berikut sederet pernyataan KSAL terkait kapal selam KRI Nanggala 402 yang serpihannya mulai ditemukan, dilansir liputan6com. 

TNI Angkatan Laut (AL) menemukan serpihan dan barang milik kapal selam KRI Nanggala 402. Serpihan itu telah ditemukan oleh tim pencari bersamaan dengan ditemukannya tumpahan oli.

"Telah ditemukan beberapa kepingan yang diyakini bagian atau komponen dari kapal selam KRI Nanggala 402," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Sabtu, 24 April 2021. "Ditemukan bersamaan saat ditemukan oli," lanjut dia.

Serpihan dan barang milik KRI Nanggala 402 itu antara lain matras atau alas yang ada di kapal selam tersebut. "Ini alas yang biasa dipakai ABK KRI untuk salat," kata Yudo.

Selain itu, tim menemukan pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, grace atau pelumas periskop, sponge dan oli.

"Yang tengah ini pembungkus pipa pendingin, 2012 KRI Nanggala 402 pernah diperbaiki di Korea Selatan. Botol orange itu adalah grace untuk melumaskan periskop kapal selam," tutur Yudo. "Sponge press room, harusnya lebar bentuknya lebar tapi ini ditemukan sudah kecil-kecil," sambung dia.

Kemudian, Yudo menjelaskan, serpihan milik kapal selam KRI Nanggala 402 ditemukan di sekitar 2 mil dari lokasi kapal tersebut menyelam pada Rabu 21 April 2021 dini hari.

"Temuan (serpihan) ini ditemukan mengapung bersama tumpahan minyak, jaraknya 2 mil dari kapal tersebut menyelam," kata dia.

Yudo mengatakan, serpihan tersebut ditemukan tak lama setelah kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak.

Dia mengungkapkan, saat KRI Nanggala menyelam sekitar pukul 04.30 WIB, serpihan tersebut ditemukan tiga jam setelahnya.

Yudo mengaku saat itu tidak langsung diumumkan penemuan itu lantaran pihaknya masih ingin meyakini bahwa serpihan tersebut milik kapal selam KRI Nanggala 402.

"Karena terkena arus mungkin, pada saat jam 4.30 dia menyelam, ini ditemukannya sekitar jam 7, jam 8. Tapi ditemukannya bersamaan dengan temuan yang lain, tapi kami masih ingin meyakini ini yang kita temukan adalah milik kapal," kata Yudo.

Yudo mengatakan, karena serpihan tersebut diyakini milik kapal selam KRI Nanggala 402, maka pihaknya langsung menerjunkan KRI Rigel. "Sekarang sedang ditindaklanjuti oleh KRI Rigel," kata dia.

Yudo menyebut kemungkinan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang pada Rabu 21 April 2021 dini hari itu kini berada di kedalaman 850 meter di bawah permukaan laut.

"Yang masih melakukan pencarian di lapangan akan berjuang keras, karena pada kedalaman 850 yang terdeteksi, jadi sangat memiliki kesulitan tinggi," ujar Yudo.

Meski akan lebih menyulitkan tim pencari gabungan lantaran berada di kedalaman 850 meter, namun Yudo menyatakan pihaknya terus berupaya menemukan dan mengangkat kapal selam KRI Nanggala 402.

"Sehingga dengan kesulitan ini kita tetap jalankan prosedur pengangkatan dan evakuasi. Demikian, semoga Tuhan beri jalan terbaik," kata Yudo.

Lalu Yudo menerangkan, barang-barang ditemukan di sekitar lokasi terakhir KRI Nanggala 402 terlihat saat menyelam.

"Barang-barang tidak akan terangkat keluar kapal apabila tidak ada tekanan atau terjadi keretakan di ujung torpedo," terang dia.

Yudo pun mengumumkan kapal selam KRI Nanggala 402 tenggelam atau subsunk setelah ditemukan beberapa serpihan.

"Dengan adanya bukti otentik diyakini milik KRI Nanggala 402, sehingga saat ini kita isyaratkan dari submiss menuju fase subsunk. Kita tingkatkan menuju subsunk," kata dia.

Yudo yang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto itu mulai memperlihatkan serpihan yang ditemukan pihaknya.

Adapun barang-barang yang dimaksud di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, pelumas teleskop kapal selam, alas yang biasa dipakai ABK untuk beribadah dan spon.

Setelah mendengar dari keterangan mantan anak buah kapal (ABK) Kapal Selam KRI Nanggala 402 dan beberapa komunitas kapal selam, dipastikan barang-barang tersebut milik kapal yang dijuluki monster laut tersebut.

"Dari kesaksian para ahli dalam hal ini adalah mantan-mantan ABK KRI Nanggala 402 dan komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang barang milik KRI Nanggala 402," papar Yudo.

Menurut Yudo, serpihan itu telah ditemukan oleh tim pencari bersamaan dengan ditemukannya tumpahan oli.

Serpihan dan barang milik KRI Nanggala 402 itu antara lain matras atau alas yang ada di kapal selam tersebut. "Ini alas yang biasa dipakai ABK KRI untuk salat," kata Yudo.

Kemudian, Yudo menegaskan, kemungkinan besar keretakan terjadi karena kapal selam KRI Nanggala 402 berada di kedalaman 850 meter.

"Telah ditemukan beberapa kepingan yang diyakini bagian atau komponen dari kapal selam KRI Nanggala 402," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Sabtu, 24 April 2021.

"Ditemukan bersamaan saat ditemukan oli," lanjut dia.

Serpihan dan barang milik KRI Nanggala 402 itu antara lain matras atau alas yang ada di kapal selam tersebut. "Ini alas yang biasa dipakai ABK KRI untuk salat," kata Yudo.

Selain itu, tim menemukan pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, grace atau pelumas periskop, sponge dan oli.

"Yang tengah ini pembungkus pipa pendingin, 2012 KRI Nanggala 402 pernah diperbaiki di Korea Selatan. Botol orange itu adalah grace untuk melumaskan periskop kapal selam," tutur Yudo.

"Sponge press room, harusnya lebar bentuknya lebar tapi ini ditemukan sudah kecil-kecil," sambung dia.

"Temuan (serpihan) ini ditemukan mengapung bersama tumpahan minyak, jaraknya 2 mil dari kapal tersebut menyelam," kata dia.

Yudo mengatakan, serpihan tersebut ditemukan tak lama setelah kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak.

Dia mengungkapkan, saat KRI Nanggala menyelam sekitar pukul 04.30 WIB, serpihan tersebut ditemukan tiga jam setelahnya.

Yudo mengaku saat itu tidak langsung diumumkan penemuan itu lantaran pihaknya masih ingin meyakini bahwa serpihan tersebut milik kapal selam KRI Nanggala 402.

"Karena terkena arus mungkin, pada saat jam 4.30 dia menyelam, ini ditemukannya sekitar jam 7, jam 8. Tapi ditemukannya bersamaan dengan temuan yang lain, tapi kami masih ingin meyakini ini yang kita temukan adalah milik kapal," kata Yudo.

Yudo mengatakan, karena serpihan tersebut diyakini milik kapal selam KRI Nanggala 402, maka pihaknya langsung menerjunkan KRI Rigel. "Sekarang sedang ditindaklanjuti oleh KRI Rigel," kata dia.

"Yang masih melakukan pencarian di lapangan akan berjuang keras, karena pada kedalaman 850 yang terdeteksi, jadi sangat memiliki kesulitan tinggi," ujar Yudo.

Meski akan lebih menyulitkan tim pencari gabungan lantaran berada di kedalaman 850 meter, namun Yudo menyatakan pihaknya terus berupaya menemukan dan mengangkat kapal selam KRI Nanggala 402.

"Sehingga dengan kesulitan ini kita tetap jalankan prosedur pengangkatan dan evakuasi. Demikian, semoga Tuhan beri jalan terbaik," kata Yudo.

Lalu Yudo menerangkan, barang-barang ditemukan di sekitar lokasi terakhir KRI Nanggala 402 terlihat saat menyelam.

"Barang-barang tidak akan terangkat keluar kapal apabila tidak ada tekanan atau terjadi keretakan di ujung torpedo," terang dia.

"Dengan adanya bukti otentik diyakini milik KRI Nanggala 402, sehingga saat ini kita isyaratkan dari submiss menuju fase subsunk. Kita tingkatkan menuju subsunk," kata dia.

Yudo yang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto itu mulai memperlihatkan serpihan yang ditemukan pihaknya.

Adapun barang-barang yang dimaksud di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, pelumas teleskop kapal selam, alas yang biasa dipakai ABK untuk beribadah dan spon.

Setelah mendengar dari keterangan mantan anak buah kapal (ABK) Kapal Selam KRI Nanggala 402 dan beberapa komunitas kapal selam, dipastikan barang-barang tersebut milik kapal yang dijuluki monster laut tersebut.

"Dari kesaksian para ahli dalam hal ini adalah mantan-mantan ABK KRI Nanggala 402 dan komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang barang milik KRI Nanggala 402," papar Yudo.

 Menurut Yudo, ada bagian dalam kapal selam KRI Nanggala 402 yang kedap udara dan tak akan kemasukan air, meski ada keretakan dalam kapal.

Yudo berharap prajurit TNI yang berada dalam kapal tersebut masih sempat menutup bagian itu. Sehingga dia berharap para prajurit masih selamat, meski hingga kini, KRI Nanggala 402 belum ditemukan.

"Masuknya air kemungkin ada. Tapi ada kemungkinan air juga enggak masuk, karena ada bagian kabin-kabin yang air enggak bisa masuk. Jadi ada sekat-sekat di dalamnya. Jadi di dalam ruang itu ada bagian kompartemen yang pintunya kedap, diputar. Kemudian jika anggota sempat menutup, ada kemungkinan enggak kemasukan air," ungkap dia.

Terkait dengan cadangan oksigen, menurut Yudo ada kemungkinan oksigen masih ada di KRI Nanggala 402. Dia menyebut, cadangan oksigen di kapal selam tersebut bisa bertahan sampai lima hari.

"Saya sampaikan kemarin, 72 jam itu ketika kapal black out. Tapi kalau enggak black out, kalau ada listrik bisa sampai lima hari. Kita tidak bisa lihat apakah dia black out atau engga. Soalnya pas masuk air lampunya masih menyala. Namun demikian kalau saat menyelam itu black out, kemampuan hanya 72 jam. Tapi kalau listrik hidup bisa tahan 5 hari," kata dia.

Kapal selam KRI Nanggala 402 adalah kapal selam milik Indonesia buatan Jerman.

Pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Perairan Bali berbuah hasil. Pada Sabtu, 24 April 2021, TNI Angkatan Laut (AL) menemukan serpihan milik kapal selam KRI Nanggala 402.

"Telah ditemukan beberapa kepingan yang diyakini bagian atau komponen dari kapal selam KRI Nanggala 402," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Sabtu, 24 April 2021.

Menurut Yudo, serpihan itu telah ditemukan oleh tim pencari bersamaan dengan ditemukannya tumpahan oli.

Serpihan dan barang milik KRI Nanggala 402 itu antara lain matras atau alas yang ada di kapal selam tersebut.

"Ini alas yang biasa dipakai ABK KRI untuk salat," kata Yudo.

Kemudian, Yudo menegaskan, kemungkinan besar keretakan terjadi karena kapal selam KRI Nanggala 402 berada di kedalaman 850 meter.

Berikut sederet pernyataan KSAL terkait kapal selam KRI Nanggala 402

TNI Angkatan Laut (AL) menemukan serpihan dan barang milik kapal selam KRI Nanggala 402. Serpihan itu telah ditemukan oleh tim pencari bersamaan dengan ditemukannya tumpahan oli.

"Telah ditemukan beberapa kepingan yang diyakini bagian atau komponen dari kapal selam KRI Nanggala 402," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Sabtu, 24 April 2021. "Ditemukan bersamaan saat ditemukan oli," lanjut dia.

Serpihan dan barang milik KRI Nanggala 402 itu antara lain matras atau alas yang ada di kapal selam tersebut. "Ini alas yang biasa dipakai ABK KRI untuk salat," kata Yudo.

Selain itu, tim menemukan pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, grace atau pelumas periskop, sponge dan oli.

"Yang tengah ini pembungkus pipa pendingin, 2012 KRI Nanggala 402 pernah diperbaiki di Korea Selatan. Botol orange itu adalah grace untuk melumaskan periskop kapal selam," tutur Yudo.

"Sponge press room, harusnya lebar bentuknya lebar tapi ini ditemukan sudah kecil-kecil," sambung dia.

Kemudian, Yudo menjelaskan, serpihan milik kapal selam KRI Nanggala 402 ditemukan di sekitar 2 mil dari lokasi kapal tersebut menyelam pada Rabu 21 April 2021 dini hari.

"Temuan (serpihan) ini ditemukan mengapung bersama tumpahan minyak, jaraknya 2 mil dari kapal tersebut menyelam," kata dia.

Yudo mengatakan, serpihan tersebut ditemukan tak lama setelah kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak.

Dia mengungkapkan, saat KRI Nanggala menyelam sekitar pukul 04.30 WIB, serpihan tersebut ditemukan tiga jam setelahnya.

Yudo mengaku saat itu tidak langsung diumumkan penemuan itu lantaran pihaknya masih ingin meyakini bahwa serpihan tersebut milik kapal selam KRI Nanggala 402.

"Karena terkena arus mungkin, pada saat jam 4.30 dia menyelam, ini ditemukannya sekitar jam 7, jam 8. Tapi ditemukannya bersamaan dengan temuan yang lain, tapi kami masih ingin meyakini ini yang kita temukan adalah milik kapal," kata Yudo.

Yudo mengatakan, karena serpihan tersebut diyakini milik kapal selam KRI Nanggala 402, maka pihaknya langsung menerjunkan KRI Rigel. "Sekarang sedang ditindaklanjuti oleh KRI Rigel," kata dia.

Yudo menyebut kemungkinan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang pada Rabu 21 April 2021 dini hari itu kini berada di kedalaman 850 meter di bawah permukaan laut.

"Yang masih melakukan pencarian di lapangan akan berjuang keras, karena pada kedalaman 850 yang terdeteksi, jadi sangat memiliki kesulitan tinggi," ujar Yudo.

Meski akan lebih menyulitkan tim pencari gabungan lantaran berada di kedalaman 850 meter, namun Yudo menyatakan pihaknya terus berupaya menemukan dan mengangkat kapal selam KRI Nanggala 402.

"Sehingga dengan kesulitan ini kita tetap jalankan prosedur pengangkatan dan evakuasi. Demikian, semoga Tuhan beri jalan terbaik," kata Yudo.

Lalu Yudo menerangkan, barang-barang ditemukan di sekitar lokasi terakhir KRI Nanggala 402 terlihat saat menyelam.

"Barang-barang tidak akan terangkat keluar kapal apabila tidak ada tekanan atau terjadi keretakan di ujung torpedo," terang dia. **Prc



Sumber : Liputan6com /  Editor : Orlando

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 - 01:54:33 WIB

PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.

Nasional

Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:56:13 WIB

PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.

Nasional

Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:33:46 WIB

PELITARIAU,  Bogor -  Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.

Nasional

Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:18:41 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.

Nasional

Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:05:32 WIB

PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.

Nasional

Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:12:43 WIB

PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.

Terkini

  • +INDEX
Libur Sekolah Berakhir, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh Amankan Arus Lalu Lintas
12 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Sapa Warga di Car Free Day, Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
12 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Tanaman P2B Warga
11 Juli 2026
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Mandah Bersama Forkopimcam Tanam Jagung di Lahan PT. RSA
11 Juli 2026
Bupati Buka Pelalawan Boat Racing 2026 di Desa Wisata Kuala Terusan, 63 Racer Adu Kecepatan di Sungai Kampar
11 Juli 2026
Wujudkan Warga Binaan yang Sehat, Lapas Pekanbaru Gelar Senam Pagi Rutin
11 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
11 Juli 2026
Polsek Mandah Koordinasi dan Cek Lahan Jagung di Desa Bente, Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
10 Juli 2026
Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
10 Juli 2026
KADIN Riau Perkuat Ekosistem Usaha Inklusif, Masuri Dorong UMKM Naik Kelas dan Hilirisasi Komoditas Unggulan
10 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Tanaman P2B Warga
  • 2 Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
  • 3 Resmikan Mako Baru Polsek Rangsang Barat, Kapolres Meranti Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Profesionalisme Personel
  • 4 Bupati Asmar Percepat Persiapan Lahan Gudang Bulog di Dorak, Targetkan Pembangunan Segera Dimulai
  • 5 Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja, Beasiswa, hingga Pasar Produk Lokal
  • 6 Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
  • 7 Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved