Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Bupati Kuansing Lakukan Panen Raya Padi di Desa Petapahan
PELITARIAU, Telukkuantan - Bupati Kuatan Singingi, H. Sukarmis secara langsung melakukan panen raya padi di desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kamis (22/1/2015).
Selain dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, kegiatan tersebut juga dihadiri staf ahli Menteri Pertanian RI bidang lingkungan, Ir. Mukti Sardjono, M.S, Kepala Dinas Pertanian dan perternakan Provinsi Riau, Sekretaris badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Riau serta Kepala BPTP Provinsi Riau.
Pada kesempatan tersebut, selain melakukan panen raya, Bupati sukarmis juga sekaligus mencanangkan program gerakan perbaikan irigasi di Kabupaten Kuansing. Pencanangan program tersebut kata Bupati, dalam rangka mendukung program pemerintah pusat untuk mencapai swasembada pangan.
Gerakan perbaikan irigasi sambung Bupati, merupakan instruksi langsung dari Presiden RI, Ir H Joko Widodo melalui Kementrian Pertanian RI. Tujuannya dalam rangka mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai di tingkat nasional. Oleh karenanya, seluruh daerah diminta melakukan gerakan tersebut.
Dari pengakuannya, di Kuansing penanaman dua kali dalam setahun atau IP 200 sudah biasa dilaksanakannya, terutama di daerah tertentu. Namun di sejumlah wilayah terdapat kendala yang berkaitan dengan adat-istiadat yang ada di negeri ini, terkait keberadaan hewan ternak.
"Di sebagian daerah kita ada aturan adat mengenai ternak, enam bulan lepas dan enam bulan dikurung. Selama ini, hal inilah yang menjadi kendala bagi kita untuk melaksanakan penanaman padi dua kali setahun," katanya.
Kendati demikian, dirinya mengajak masyarakat untuk memprioritaskan penanaman padi dan tanaman kebutuhan lainnya. Pasalnya, selain perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat Kuansing, bercocok tanam merupakan kebutuhan bagi masyarakat.
Kebutuhan masyarakat Kuansing terhadap padi semakin meningkat. Nah, kebiasaan dari masyarakat selama ini, katanya, jika sudah panen, padi mereka tidak pernah dijual oleh para petani. "Jadi, padi bagi masyarakat adalah kebutuhan utama," katanya.***Kasmalinda
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .








