Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Daftar BUMN Terlilit Utang, dari Garuda hingga Waskita Karya
PELITARUAU - Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkap jumlah utang perusahaan pelat merah mencapai Rp1.682 triliun pada periode Januari-September 2020. Jumlahnya melesat dari tahun-tahun sebelumnya, yakni Rp1.251,7 triliun pada 2018 dan Rp1.393 triliun pada 2019.
Tiko, sapaan akrabnya, mengatakan penyebab tingginya utang BUMN karena penugasan pembangunan infrastruktur. Selain itu, juga dikarenakan tekanan pandemi Covid-19.
"Covid-19 memang secara signifikan memengaruhi seluruh perusahaan tak kecuali BUMN, pertumbuhan utang BUMN selama 5 tahun terakhir," ucap Tiko di acara BRI Group Economic Forum 2021, dikutip Selasa (2/2/2021).
Pandemi, katanya, memberi dampak penurunan konsumsi, sehingga menurunkan pendapatan para perusahaan negara.
"Kalau kita lihat growth revenue di mana yang paling berdampak sektor energi, di mana konsumsi dari pada BBM dan listrik selama 9 bulan lalu, karena covid ini membuat demand (permintaan) dan pembelian energi menurun drastis," imbuhnya.
Lantas, BUMN apa saja yang terlilit utang?
Sebelumnya, Tiko mengatakan pemerintah sudah memetakan beberapa BUMN yang memiliki utang dan akan direstrukturisasi. Mereka adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta Perum Perumnas.
"Kami akan fokus ke BUMN yang terdampak signifikan dari sisi keuangan, kita tahu BUMN seperti Garuda, Waskita, Perumnas, terdampak dan di tahun ini berupaya maksimal melakukan restrukturisasi dengan perbankan," kata Tiko.
Restrukturisasi utang akan dilakukan pada tahun ini. Harapannya, restrukturisasi ini bisa segera memberi hasil.
"Agar secara keuangan bisa beroperasi lebih baik di 2021," jelasnya.
Selain tiga BUMN itu, Tiko juga menyiratkan ada beberapa perusahaan pelat merah yang kondisi keuangannya tengah menantang, yaitu PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), PT KAI (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Angkasa Pura (Persero).
"Semua alhamdulillah berjalan optimal meski secara keuangan memang menantang, tapi layanan publik dan penerapan protokol kesehatan di seluruh aset kami mulai dari pelabuhan, airport, dan stasiun semuanya alhamdulillah berjalan dengan baik dan tetap mendukung aktivitas masyarakat," tandasnya. **prc4
sumber: cnnindonesia
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









