Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pernikahan Unik di Pekanbaru, Maharnya 11 Ribu Lembar Saham
PELITARIAU, Pekanbaru - Ada yang unik dalam prosesi akad nikah antara David Setiawan dan Mardaleni. Jika biasanya orang menggunakan uang, perhiasan atau seperangkat alat salat untuk mahar, lain halnya dengan pasangan ini. David Setiawan memberikan mahar berupa 11 ribu lembar saham kepada pasangannya Mardaleni.
David mengaku memilih saham sebagai mahar kepada perempuan yang telah dinikahinya itu dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang saham dan pasar modal.
"Saham di sini sebagai salah satu investasi jangka panjang. Kita kawula muda perlu belajar lebih banyak lagi, apalagi di era digital. Ini untuk mengedukasi masyarakat luas, kalau tidak salah, hanya satu persen masyarakat Indonesia yang berinvestasi di pasar saham. Mudah-mudahan dengan mahar saham ini, untuk mengedukasi masyarakat untuk berinvestasi di pasar saham," ujar David di Masjid Baiturrahman yang menjadi tempat akad nikah pasangan unik ini, Jumat (11/12/2020).
Ia mengatakan sertifikat saham sebanyak 11 ribu lembar terdiri dari 500 lembar saham dari PT Aneka Tambang Tbk, 500 lembar saham PT Telkom Indonesia Tbk dan 10 ribu lembar saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Dikatakannya, mahar yang diserahkan juga mencapai 80 persen dari portofolio miliknya atau sekitar Rp12 juta. Selain saham, ada juga mahar lainnya dalam bentuk emas.
Sementara itu, Mardaleni menjelaskan saat ini saham bukanlah hal yang tabu lagi untuk masyarakat awam, artinya yang dapat bermain saham bukan hanya dari kalangan menengah atas tapi juga milenial.
"Karena untuk masa depan juga, kita untuk sesuatu yang berharga, karena untuk masa depan," Cakapnya.
Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau, Emon Sulaeman mengapresiasi pernikahan dengan mahar saham tersebut. Sebab bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi membeli saham merupakan salah satu instrumen investasi saat ini.
"Ini tentunya hal yang menarik, yang terjadi di Riau. Kemarin itu ada tetapi baru hadiah perkawinan. Ini mahar yang tercatat di KUA. Inilah salah satu efek positif dari pertumbuhan investor milenial. Cukup unik, karena bisa jadi mahal untuk pernikahan, karena sama dengan uang, tetapi bisa lebih dikembangkan," katanya.
Menurutnya, hal itu menarik, sehingga sangat diapresiasi, dengan harapan dukungan terhadap perkembangan pasar modal di Riau. Apaalgi secara data, investor milenial di Riau sudah mencapai 70 persen.
"Mudah-mudahan tumbuh investor baru dan hal - hal kreatif yang baru yang terlihat unik. Jadi moment ini untuk memontum mengingkatkan pertumbuhan pasar modal dan saham," harapnya.
"Pernikahan dengan mahar saham tersebut merupakan pertama kali di Riau dan syiar pasar modal, dengan harapan perkembangan pasar modal semakin menggeliat di Provinsi Riau," imbuh Emon. **prc4
sumber: cakaplah
PT EMP Energi Gandewa Gelar Coffee Morning dan Ramah Tamah Bersama Insan Pers di Kecamatan Tampung Hulu
PELITARIAU, KAMPAR – PT EMP Energi Gandewa kembali menunjukkan kom.
Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres Meranti Bersama 9 Paket Sabu
PELITARIAU,Meranti - Komitmen Polres Kepulauan Meranti dalam memberantas p.
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.









