Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Berikut Seputar Tanda Keputihan saat Kehamilan
PELITARIAU - Kehamilan mempengaruhi fisik Anda dalam berbagai hal. Termasuk keputihan yang berlebihan yang umum terjadi pada bumil. Hal ini terjadi karena suatu alasan, yaitu perlindungan diri terhadap bakteri penyebab infeksi.
Namun, keputihan selama kehamilan juga bisa menjadi alat prediksi tentang status kesehatan Anda. Sebagaimana yang dilansir dari Thehealthsite, Selasa (6/1/2015), berikut adalah beberapa tanda-tanda dari keputihan, termasuk yang Anda harus waspadai.
Cairan putih dan tak berbau
Hal ini biasa terjadi selama kehamilan karena berbagai perubahan hormonal yang terjadi di dalam tubuh. Keputihan dengan ciri ini baik karena itu tandanya Miss V cukup dilumasi untuk menghindari kekeringan yang dapat menyebabkan gatal dan sensasi terbakar.
Cairan putih keabu-abuan
Adanya pergeseran sekresi hormon, bisa menyebabkan kelebihan akumulasi bakteri di daerah sensitif Anda. Kelebihan akumulasi bakteri ini dapat mengganggu keseimbangan normal bakteri baik dan menimbulkan jenis infeksi yang disebut vaginosis bakteri.
Kondisi ini ditandai dengan cairan tipis keabu-abuan bersama dengan rasa sakit saat buang air kecil dan gatal di sekitar Miss V. Bila ini muncul berulang-ulang atau tidak ditangani dengan baik saat terjadi, ini bisa berakibat fatal bila infeksi masuk ke saluran kelahiran dan rumah janin.
Cairan putih kekuningan
Keputihan jenis ini merupakan indikasi dari infeksi jamur pada vagina. Seperti bakteri, ragi yang disebut Candida juga hadir dalam Miss V secara alami. Namun, karena peningkatan produksi estrogen dan progesteron dalam tubuh, daerah vagina menciptakan lingkungan yang nyaman bagi jamur untuk berkembang dan tumbuh, sehingga muncullah cairan kekuningan ini.
Selain itu, infeksi jamur juga bisa menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan pada Miss V, rasa tidak nyaman selama berhubungan, kemerahan dan pembengkakan di sekitar labia, serta sensasi terbakar saat buang air kecil.
Keputihan berbusa kuning kehijauan dan berbau busuk
Keputihan semacam ini perlu dikhawatirkan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh parasit yang disebut Trichomonas vaginalis. Hal ini ditularkan secara seksual dan biasanya menetap di Miss V. Menurut Centres for Disease Control and Prevention (CDC), trikomoniasis sangat umum selama kehamilan dan juga dapat disembuhkan. (okezone)
Editorial : Ramdana Yudha
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.









