Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Wartawan Detikcom Chaidir Tanjung Wafat, Gubri Sampaikan Duka Mendalam
PELITARIAU, Pekanbaru - Dunia Pers Riau kembali kehilangan salah seorang wartawan terbaiknya. Wartawan Detikcom liputan Riau Haidir Tanjung meninggal dunia pada Kamis (19/11/2020) malam sekitar pukul 22.00 WIB karena serangan jantung. Ia sempat dilarikan ke RS Eka Hospital, namun tidak bisa terselamatkan.
Kepergian Haidir Tanjung sangat mengejutkan segenap insan pers dan berbagai kalangan di Riau. Gubernur Riau Drs H Syamsuar, MSi juga sangat berduka atas kepergian wartawan senior yang dikenal memiliki pergaulan luas.
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kami sekeluarga turut berduka cita dan ikut mendoakan almahum Haidir Tanjung. Allahummagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan sabar menerima cobaan ini Amin YRA," ujar Gubernur Syamsuar kepada wartawan, Jumat (21/11/2020).
Dunia pers Riau saat ini sebenarnya masih dalam suasana duka. Karena baru kehilangan salah seorang wartawan seniornya, Mohd Moralis, yang juga Pemimpin Redaksi media online Riaumandiri.id akibat Covid-19 beberapa pekan silam.
Secara terpisah, Tokoh Pers Riau dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Riau H Dheni Kurnia juga tidak dapat menyembunyikan duka mendalamnya atas wafatnya Haidir Tanjung. "Almarhum wartawan yang gigih, pintar dan tipikal wartawan pemberani," kata Dheni Kurnia mengenang sosok Haidir Tanjung.
Pada Jumat pagi di kediaman almarhum di Perumahan Griya Ceria, Blok A Nomor 5 Jalan Purwodadi Kecamatan Tampan, Pekanbaru, terlihat ramai oleh para pelayat yang ingin melihat dan memberi penghormatan terakhir kepada Haidir. Mulai dari wartawan, hingga pejabat publik bergantian keluar masuk, terlihat mata para hadirin berkaca-kaca dan tidak sedikit yang tak kuasa menahan tangis.
Setelah dishalatkan usai Shalat Jumat di mesjid dekat rumah almarhum, jenazah kemudian dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Kertama dekat Bandara Sultan Syarif Kasim II. Saat berita ini ditulis, sedang berlangsung pemakaman almarhum.
Dikisahkan Sahnan Rangkuti, wartawan Kompas di Riau yang juga merupakan rekan almarhum, usai berbuka puasa sunat pada Kamis petang, Haidir mengalami sesak nafas. Saat itu, ia langsung dibawa ke rumah sakit Eka Hospital Pekanbaru.
Setelah mendapat penanganan sekitar 5 jam, Haidir Anwar Tanjung tak terselamatkan. Ia akhirnya menghadap sang khalik. "Saya tak menyangka, padahal kami masih berkomunikasi seperti biasa pada Kamis petang itu," sebut Sahnan.
Sebelum wafat, Haidir Anwar Tanjung baru saja merampungkan karya tulis tentang upaya konservasi harimau dan penanganan konflik manusia vs harimau di Sumatera. Buku itu diberi judul Bonita Hikayat Sang Raja.
Di dalam buku itu, Haidir Tanjung menulis tentang perjalanan Bonita, seekor harimau sumatera betina di kawasan Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau. Haidir menuliskan rekam jejak konflik Bonita vs Manusia yang merepotkan semua orang, Pemerintah, masyarakat, aktivis lingkungan hingga media massa.
Menteri LHK Siti Nurbaya dalam pesan duka di berbagai grup WhatsApp mengungkapkan keterkejutaannya atas kabar meninggalnya Haidir Tanjung. "Seorang sahabat jurnalis yang saya banggakan dan sayangi, Haidir Anwar Tanjung, jurnalis Detik.com telah berpulang," tulis Siti Nurbaya.
Menurut Siti, dia bertemu almarhum beberapa hari lalu di Pekanbaru, untuk persiapan launching buku yang ditulisnya berjudul "Bonita: Hikayat Sang Raja".
"Bang Haidir...selamat jalan.
Terimakasih atas segala dedikasi dan karya jurnalistik yang luar biasa. Segenap doa saya untuk keluarga dan sahabat yang merasakan kehilangan.
Semoga rahimahullah husnul khotimah, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah Ta'ala. Aamin," ujar Siti.
"Insha Allah, buku warisan Bang Haidir tetap kita cetak. Launching bukunya juga tetap akan digelar di Manggala Wanabhakti. Ini sebagai bentuk penghormatan pada dedikasi seorang jurnalis pejuang lingkungan hidup Indonesia dari Riau. Karya Bang Haidir tentang kisah penyelamatan Harimau Sumatera, akan abadi," kata Menteri LHK Siti Nurbaya. **prc4
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.









