• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1118 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2415 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2782 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5338 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2443 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pekanbaru

Perjalanan Umroh di Masa Pandemi Covid-19; 6 Jam ke Masjidil Haram

Bambang S

Jumat, 06 November 2020 20:11:15 WIB
Cetak
Perjalanan Umroh di Masa Pandemi Covid-19; 6 Jam ke Masjidil Haram
Andi Noviriyanti swafoto bersama dua temannya di depan kamar, sebelum diperbolehkan masuk lift turun ke lobi hotel. (Istimewa)

PELITARIAU - Tiba-tiba, sekitar pukul tiga siang, dari depan kamar terdengar ribut-ribut. Hati yang penasaran, mengintip dari lubang pintu kamar.

Ternyata, salah satu jamaah diminta membawa barang-barangnya. Ia akan dipindah ke ruang lain. Padahal, hasil tes swab-nya masih belum clear(dalam proses). Sementara jamaah lain di lantai itu, sudah keluar hasilnya, negatif. Ia terpaksa harus dipisahkan terlebih dahulu.


Tentu ada sedikit perdebatan. “Saya negatif… Saya negatif,” ujarnya, tak mau menerima harus pindah dan membawa seluruh barang-barangnya.


Perasaan campur aduk melihat adegan itu. Sedikit was-was dan sedikit lega. Was-was karena mengkhawatirkan teman yang harus dipindah, dan lega karena artinya kami yang dilantai itu negatif. Artinya, Insyaa Allah bisa melaksanakan umroh.


Pas pukul 16.00, di grup WA dapat info ke lobi hotel untuk persiapan umroh. Tapi, begitu mau keluar pintu kamar, kami distop.


“Masuk lagi, masuk lagi,” kata Bu Fathiarani.


Kami pun segera menutup pintu, dan kembali menunggu di kamar.


“Tadi kami sudah di depan lift. Tapi, ada petugas menyuruh kami masuk kamar lagi,” tulis Dinna Maulia, di grup WA.


Di kamar kami menunggu dengan zikir dan doa. “Sedikit lagi ke Baitullah. Permudah ya Allah,” doaku.


Tiba-tiba pintu kamar diketuk. Ayu Wulandari, teman sekamar membuka pintu.


“Bu Ayu, ayo silakan. Kita persiapan umroh,” ujar pria itu.


“Ini semua kan?” kataku.


“Iya semua, Kak,” kata Ayu.


Ternyata, di luar kamar sudah berbaris para jamaah. Tentu dengan menjaga jarak, dan beberapa orang Arab dan Indonesia petugas dari muasasah.


Kami harus berbaris lengkap dulu dari seluruh kamar, baru boleh turun. Setelah lengkap, empat orang turun sesuai tempat yang disediakan di lift. Lift dibatasi hanya bisa diisi empat orang sekali trip. Untuk memastikan kami semua menjaga jarak.


Saat proses menunggu, terdengar kabar gembira. Yumma,  teman  yang tadi sempat ribut-ribut di depan kamar dan diisolasi, akhirnya dinyatakan negatif dan bisa ikut umroh. Perasaan jadi lega. Dan, semua jamaah di grup kami akhirnya bisa melaksanakan umroh.


Tapi, hujan deras tiba-tiba melanda kota Mekkah. Kami akhirnya antre berdiri mengular disuruh duduk di lobi, sambil tetap menjaga jarak.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya kami dipersilakan masuk ke dalam bus. Namun, air hujan sedikit membasahi kami karena ada celah bus tidak terlalu merapat ke pintu ke luar hotel.


Meski kami sudah mengambil Miqat, tetap saja kami harus ke Tan’im. Lantaran banyak juga jamaah belum mengambil Miqat.


Di umroh perdana ini, ada beberapa versi tempat pengambilan Miqat. Ada yang di pesawat di langit Ya  Lam Lam. Ada di Bandara King Abdul Aziz, dan ada di Tan’im. Semuanya diperbolehkan saat itu.


Tan’im adalah tempat Miqat terdekat di Kota Mekkah, sekitar 11 kilometer. Sejarahnya, saat itu istri Rasulullah, Aisyah yang ingin melaksanakan ibadah umroh mendapatkan menstruasi. Setelah bersih, ia bertanya pada Rasulullah, bisakah ia umroh.


Akhirnya, dibuatlah batas tanah haram terdekat. Sejak itulah, Tan’im menjadi salah satu tempat Miqat bagi yang ingin melaksanakan ibadah umroh.


Tetesan air hujan deras mengiringi perjalanan kami ke Tan’im. Saat adzan magrib, kami sampai di Tan’im dan memasuki Masjid Aisyah.


Bagi yang belum, mengambil miqat di sini. Sementara yang sudah, hanya sholat magrib kemudian balik ke bus.


Alhamdulilah… Lantunan Talbiyah menggema di dalam bus. Pemandu orang Indonesia yang tinggal di Arab maupun perwakilan dari Arab, bergantian melantunkan Talbiyah.


“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak.”


Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu.


Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu.


Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan bagi-Mu.


Tidak ada sekutu bagi-Mu.


Dan, bus pun sudah berada di depan Masjidil Haram. Kemudian, datang perwakilan Masjidil Haram menyampaikan ucapan selamat datang dalam bahasa Melayu. Kemungkinan perwakilan tersebut orang Malaysia.


Setelah semuanya usai, kami pikir segera masuk Masjidil Haram. Ternyata, harus menunggu rombongan 11 bus lainnya.


Akhirnya, kami menunggu di dalam bus. Sampai kemudian bus kami disuruh pergi oleh polisi karena terlalu lama menunggu.


Bus akhirnya membawa kami menjahui Masjidil Haram dan  memutar. Berkeliling sambil menunggu rombongan bus lainnya datang.


Hari sudah jelang pukul 9 malam waktu Makkah. Perut sudah mulai keroncongan. Tapi, kami masih di dalam bus. Melewati hotel kami yang berada tepat di depan Masjidil Haram.


Jarak Hotel Hilton Suite hanya 5-10 meter dari pelataran Masjidil Haram. Tapi, kami harus menunggu  berjam-jam, sekitar enam jam, untuk masuk Masjidil Haram.


Setelah beberapa kali putaran bus, akhirnya kami diperkenankan turun. Melewati  penjagaan dan harus kembali antre mengular. Berjalan lambat, dan satu-satu.


Alhamdulillah…


Akhirnya, kami masuk Masjidil Haram. **prc4


sumber: riausatu.com 



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 - 01:54:33 WIB

PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.

Nasional

Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:56:13 WIB

PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.

Nasional

Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:33:46 WIB

PELITARIAU,  Bogor -  Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.

Nasional

Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:18:41 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.

Nasional

Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:05:32 WIB

PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.

Nasional

Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:12:43 WIB

PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.

Terkini

  • +INDEX
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
07 Juli 2026
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
07 Juli 2026
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
07 Juli 2026
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
07 Juli 2026
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
06 Juli 2026
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
06 Juli 2026
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
06 Juli 2026
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
06 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
06 Juli 2026
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
05 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
  • 2 Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
  • 3 Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
  • 4 Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
  • 5 Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
  • 6 Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
  • 7 Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved