Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kapolda Riau Raih Indonesia Awards 2020, Atasi Karhutla dengan Teknologi Aplikasi
PELITARIAU, Pekanbaru - Pernah Setahun menjabat sebagai Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dinilai berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di bumi Melayu Lancang Kuning.
Bukti keberhasilan tersebut Kapolda Riau mendapat apresiasi penghargaan Indonesia Awards 2020 dari iNews.
Kapolda Riau Irjen Agung Setya meraih penghargaan dalam kategori "Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Berbasis Teknologi". Prosesi penerimaan penghargaan diwakilkan Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun.
"Ini berkat bimbingan dan arahan bapak Kapolri. Terima kasih, ini juga berkat kerjasama dengan masyarakat Riau," kata Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun.
Terpisah, Kapolda Riau Irjen Agung Setya menyatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi kepada jajaran Polda Riau. Dia juga mempersembahkan penghargaan tersebut untuk masyarakat Riau.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya Polda Riau dalam menanggulangi Karhutla. Penghargaan ini kami persembahkan, dan peruntukkan bagi masyarakat Riau," kata dia.
Sejak awal 2020, Polda Riau telah memanfaatkan aplikasi dashboard Lancang Kuning berbasis teknologi informasi guna memantau kemunculan titik api. Sehingga dengan aplikasi Lancang Kuning ini, setiap Karhutla bisa langsung ditanggulangi.
Selama tahun 2020 ini, mulai Januari hingga 7 Oktober 2020, titik api yang terdata berjumlah 5.262 titik api. Semuanya berhasil dipadamkan.
Irjen Agung Setya mengatakan, komitmen untuk mewujudkan langit biru bagi masyarakat Riau menjadi target utama dan prioritas. Upaya tersebut, kata dia, dibuktikan secara bersinergi semua komponen, mulai dari TNI, Manggala Agni, petugas pemadam kebakaran serta para relawan.
"Terima kasih kepada masyarakat Riau. Kita bersama-sama wujudkan langit biru untuk kita semua, saling bersinergi," jelasnya.
Dashboard Lancang Kuning diluncurkan oleh Polda Riau untuk memantau Karhutla Januari 2020. Pemanfaatan aplikasi tersebut memungkinkan Polda Riau mengarahkan personel secara cepat ke titik api yang muncul.
"Ini teknologi pertama diterapkan Polda Riau. Sudah seharusnya Karhutla di Riau tidak berulang karena penanganan yang lambat," ujar Kapolda Riau.
Sejak dilantik menjadi Kapolda Riau, 30 September 2019, Irjen Pol Agung Setya langsung berkomitmen memadamkan Karhutla di tanah Melayu. Saat itu, Agung menyatakan akan melibatkan berbagai pihak untuk bekerja bersama.
Pemanfaatan Dashboard Lancang Kuning juga melibatkan relawan dari berbagai elemen masyarakat. Polda Riau juga memberikan apresiasi bagi relawan yang aktif membantu penanggulangan Karhutla. Berselang dua bulan setelah aplikasi diluncurkan, Polda Riau langsung menangani 37 tersangka Karhutla.
Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz memberikan pujian kepada Kapolda Riau saat meresmikan aplikasi Lancang Kuning Nusantara bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Gubernur Riau Syamsuar, Senin (9/3/2020), di Pekanbaru.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), karhutla di Riau pada tahun 2019 mencapai 90.550 hektare. Angka tersebut menurun signifikan pada tahun 2020 menjadi 15.355 hektare.
Penjurian Indonesia Awards 2020 menghadirkan juri kehormatan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, Jumat (2/10/2020).
"Kriteria dipilih oleh para juri teknis adalah tokohnya dikenal luas dan konsisten dalam menjalankan tugas, dampaknya dirasakan masyarakat secara konkret," kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Tokoh tersebut, kata Airlangga, harus bisa menjadi inspirasi dan panutan bagi masyarakat. Ini sesuai dengan manfaat dari aplikasi Dashboard Lancang Kuning, tak hanya dirasakan masyarakat Riau, namun juga puluhan juta rakyat pada 13 provinsi di Indonesia yang rawan Karhutla. Atas prestasi tersebut, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya, diberikan penghargaan Indonesia Awards 2020.
Menko PMK Muhadjir Effendy lalu menambahkan, tema diambil Indonesia Awards 2020 sangat tepat karena terkait dengan situasi dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan juga dunia, pandemi Covid-19.
"Mengenai kriteria, saya kira juga sudah mendekati kriteria ideal, karena pendekatan di dalam menangani Covid-19 ini kita kenal yaitu pendekatan pentahelix," imbuh Menko PMK Muhadjir Effendy.
Meski mendapat penghargaan dalam kategori "Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Berbasis Teknologi", Kapolda Riau dan jajarannya juga aktif dalam membantu penanganan Covid-19. Terbaru, Kapolda Riau menyalurkan obat Avigan untuk pasien Covid-19 di RS Aulia, Pekanbaru, 20 September 2020.
"Indonesia Awards memilih tokoh-tokoh dengan kriteria tertentu, yang memiliki prestasi dan bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, anak bangsa," ungkap Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. **prc4
sumber: tirastimes
Langkah Nyata Lapas Pekanbaru Tingkatkan Layanan Kesehatan Melalui Program Prolanis
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan .
Melalui Edukasi di Sekolah, Polres Kepulauan Meranti Perkuat Benteng Pelajar Dari Ancaman Narkoba
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulauan Mer.
Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau Bersama Lalin HK, Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
PELITARIAU, PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR).
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.









