Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Korban Banjir di Pohuwato Terima Bantuan Sembako dari Pemprov Gorontalo
PELITARIAU, Gorontalo - Masyarakat korban banjir bandang diempat kecamatan,di Kabupaten Pohuwato mendapat bantuan bahan pokok gratis sebanyak 1000 paket dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Musibah banjir bandang itu sendiri menimpa masyarakat diempat kecamatan, yaitu Kecamatan Marisa, Duhiadaa, Buntulia dan Patilanggio.
Bantuan bahan pokok (sembako) tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo,Rusli Habibie di Aula Kantor Bupati Pohuwato,Sabtu (26/9/2020) dan dihadiri Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.
“Saat banjir ini dilaporkan,saya sedang berada di luar kota dan semalam bertemu pak bupati. Saya katakan ingin ke sini dengan membawa sedikit bantuan yang insyaallah bisa mengurangi beban warga. Memang banjir akhir-akhir ini bukan saja terjadi di Provinsi Gorontalo, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia, bahkan dua bulan lalu paling parah terjadi di Bone Bolango,” beber Rusli.
Rusli melanjutkan,di tengah kondisi seperti ini, semua pihak harus terus berusaha menjaga lingkungan, apalagi curah hujan beberapa bulan ini tidak dapat diprediksi. Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, atau memanfaatkan lahan yang harusnya dilewati air.
“Beberapa waktu lalu saya dengan para bupati bertemu dengan Menteri Bappenas dan telah merancang satu buah Perpres (peraturan presiden) untuk penanggulangan banjir di Gorontalo. Ini perlu kita apresiasi, karena baru Gorontalo yang akan dibuatkan perpres, biasanya perpres itu berlaku di seluruh Indonesia. Artinya penanggulangan banjir akan diseriusi dari hulu hingga ke hilir,” tambahnya.
Untuk diketahui banjir di Kabupaten Pohuwato merendam ratusan rumah warga setinggi dada orang dewasa hingga atap rumah pada 19 September 2020 yang lalu. Banjir terjadi diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi.
Khusus untuk Kecamatan Marisa terdapat empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Botubilotahu 124 KK/253 jiwa, Desa Teratai 247 KK/895 jiwa, Desa Marisa Utara 125 KK/382 jiwa dan Desa Palopo 115 KK/343 jiwa. (Azis). **prc4
sumber: tilongkabilanews
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.









