Korban Banjir di Pohuwato Terima Bantuan Sembako dari Pemprov Gorontalo

Senin, 28 September 2020

Gubernur Rusli Habibie saat memberikan sambutan pada pelaksanaan pertemuan dengan perwakilan korban banjir yang terjadi di empat Kecamatan yang ada di Kabupaten Pohuwato, Sabtu (26/9/2020). Dikesmpatan itu pula gubernur tak lupa menyerahkan sejumlah bantu

PELITARIAU, Gorontalo - Masyarakat korban banjir bandang diempat kecamatan,di Kabupaten Pohuwato mendapat bantuan bahan pokok gratis sebanyak 1000 paket dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Musibah banjir bandang itu sendiri menimpa masyarakat diempat kecamatan, yaitu Kecamatan Marisa, Duhiadaa, Buntulia dan Patilanggio.

Bantuan bahan pokok (sembako) tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo,Rusli Habibie di Aula Kantor Bupati Pohuwato,Sabtu (26/9/2020) dan dihadiri Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.


“Saat banjir ini dilaporkan,saya sedang berada di luar kota dan semalam bertemu pak bupati. Saya katakan ingin ke sini dengan membawa sedikit bantuan yang insyaallah bisa mengurangi beban warga. Memang banjir akhir-akhir ini bukan saja terjadi di Provinsi Gorontalo, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia, bahkan dua bulan lalu paling parah terjadi di Bone Bolango,” beber Rusli.


Rusli melanjutkan,di tengah kondisi seperti ini, semua pihak harus terus berusaha menjaga lingkungan, apalagi curah hujan beberapa bulan ini tidak dapat diprediksi. Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, atau memanfaatkan lahan yang harusnya dilewati air.


“Beberapa waktu lalu saya dengan para bupati bertemu dengan Menteri Bappenas dan telah merancang satu buah Perpres (peraturan presiden) untuk penanggulangan banjir di Gorontalo. Ini perlu kita apresiasi, karena baru Gorontalo yang akan dibuatkan perpres, biasanya perpres itu berlaku di seluruh Indonesia. Artinya penanggulangan banjir akan diseriusi dari hulu hingga ke hilir,” tambahnya.


Untuk diketahui banjir di Kabupaten Pohuwato merendam ratusan rumah warga setinggi dada orang dewasa hingga atap rumah pada 19 September 2020 yang lalu. Banjir terjadi diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi.


Khusus untuk Kecamatan Marisa terdapat empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Botubilotahu 124 KK/253 jiwa, Desa Teratai 247 KK/895 jiwa, Desa Marisa Utara 125 KK/382 jiwa dan Desa Palopo 115 KK/343 jiwa. (Azis). **prc4


sumber: tilongkabilanews