• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1113 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2407 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2770 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5328 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2442 Kali

  • Home
  • Riau Raya
  • Kepulauan Meranti

Kasus Pencopotan Jabatan dr Aisah Bee Akhirnya Terkuak

Herman

Jumat, 25 September 2020 09:21:16 WIB
Cetak
Kasus Pencopotan Jabatan dr Aisah Bee Akhirnya Terkuak
RSUD Meranti

PELITARIAU, Meranti - Kasus pencopotan jabatan dr Aisah Bee dari Kepala Seksi Layanan Medis (Yanmed) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dinilai tidak memiliki alasan jelas akhirnya terkuak.

Teka- teki pencopotan jabatan yang sudah diembannya selama 4 tahun itu terbongkar setelah permasalahan ini dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Aisah Bee yang ditemui di kediamannya, Selasa (22/9/2020) membeberkan bahwa kasus pencopotan dirinya tersebut berawal dari adanya intervensi internal RSUD Kepulauan Meranti. Kabar yang diterimanya bahwa ada dokter yang tidak terima ditegur olehnya lalu membuat laporan kepada Bupati.

Diceritakan Aisah, kronologi permasalahan internal tersebut berawal pada tanggal 1 Juni 2020, saat Ketua Gugus Covid-19 Provinsi Riau dr Indra Yopi datang berkunjung ke RSUD Kepulauan Meranti dan meninjau ruang isolasi yang dalam pekerjaan saat itu.

Pada saat itu juga dr Aisah Bee selaku Kasi Yanmed bertanya kepada salah seorang dokter spesialis anak yakni dr Silvi Sudarmaji terkait tidak melakukan pemeriksaan terhadap pasien anak yang terinfeksi Covid-19 di ruangan Pinerre.

"Saya melihat gelagat yang aneh karena dokter spesialis anak itu terlihat tidak menyentuh pasien. Setelah saya tanya dia memang mengakui tidak memeriksa pasien dengan alasan menunggu hasil Swab. Padahal kita ketahui saat itu menunggu hasil Swab sangat lama, karena dikirimkan ke Jakarta," kata Aisah Bee.

Mendengar keterangan dokter tersebut, Aisah Bee terkejut dan dia mengatakan bagaimana bisa seorang dokter menetapkan status pasien namun tidak memeriksa kondisinya.

"Saya bertanya kenapa dr Silvi melakukan hal tersebut dan bagaimana 'ibu bisa menulis status pasien pinerre secara benar, sementara tidak kontak langsung dengan pasien, dan ini sangat membahayakan nyawa pasien'. Dan saya menegaskan bahwa tidak boleh melalaikan tanggung jawab terhadap pasien dan itu telah melanggar sumpah sebagai dokter," kata Aisah Bee mengisahkan.

Terhadap permasalahan tersebut, Aisah Bee lalu menyampaikan hal itu ke Direktur RSUD Kepulauan Meranti,dr R.H.Ria Sari supaya juga mengetahui hal tersebut.

Beberapa hari kemudian, Direktur RSUD menanyakan status pasien di Pinerre yang belum dikembalikan ke Rekam Medik. Menurut Koordinator Pinerre, Uci Ramadani S.Kep, ternyata dr Silvi yang melarang perawat pinerre mengembalikan status pasien ke Rekam Medik. Dengan alasan pihak Rekam Medik akan memfoto status pasien tersebut.

"Lalu dr Silvi melalui via telfon marah-marah ke koordinator Pinerre karena melaporkan hal tersebut kepada

saya dan terjadi komunikasi yang kurang baik antara saya dan dr Silvi terkait permasalahan status pasien tersebut, dan bekerja tidak sesuai dengan SOP RSUD Meranti," kata Aisah Bee.

Terkait hal itu juga, dr Aisah Bee mengatakan akan mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak dr Silvi di RSUD.

Pada tanggal 24 Juni 2020, pukul 22.00 WIB dikatakan Aisah Bee bersama beberapa staf di ruang rapat mempersiapkan berkas akreditasi. Tiba-tiba dr Hendra Salim yang juga merupakan suami dr Silvi masuk ke ruang rapat dengan kondisi marah terkait data PMKP.

Kemudian dr Hendra Salim mengeluarkan kata-kata bahwa dia merasa sakit hati dengan dr Aisah Bee dan mengundurkan diri dari CPNS.

"Selain itu dr Hendra juga mengatakan bahwa dia lah yang melaporkan saya ke Bupati terkait WhatsApp saya ke istrinya," ujar Aisah Bee.

Keesokan harinya tanggal 25 Juni, dr Aisah Bee mendapatkan surat dari BKD yang berisikan tentang pencopotan dr Aisah Bee dari jabatan Kasi Yanmed RSUD.

"Dalam surat tersebut menyebutkan memberhentikan saya dari jabatan Struktural dan di Mutasi ke UPT PKM Selatpanjang. Berdasarkan fakta kejadian sebelum SK tersebut keluar, saya merasa dr Hendra Salim telah dengan nyata melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap saya dan keluarga besar Alam H Abdul Fatta yang dilaporkannya ke Bupati," ungkap Aisah Bee.

Karena tidak mendapatkan keadilan darimana pun, akhirnya Aisah Bee melaporkan hal tersebut ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Setelah melalui proses yang sangat panjang, akhirnya KASN memberikan tanggapan dan pengaduan dan meminta kepada Bupati Kepulauan Meranti untuk memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pemindahan Aisah Bee bukan dikarenakan suatu bentuk pelanggaran yang serius atau buruknya kinerja yang bersangkutan, namun lebih kepada kebutuhan organisasi mengingat yang bersangkutan adalah tenaga medis yang berpengalaman dan disiplin.

Sementara itu Aisah Bee juga membantah pernyataan pihak dari BKD yang mengatakan bahwa banyak tenaga medis yang pindah gara-gara dan mengeluhkan terhadap sikap dirinya.

"Siapa tenaga medis gara-gara komunikasi dengan saya jadi minta pindah. Sejak saya menjabat sebagai Kasi Yanmed belum ada yang keluar, semua malah menjadi betah," ujar Aisah.

Karena telah terbukti memanipulasi data rekam medik, maka dr Aisah Bee meminta kebobrokan dr Silvi dibongkar dan tindakannya itu bisa dipidanakan.

"Saya meminta kebobrokannya dibongkar. Dalam hal ini dr silvia telah berbohong dalam menulis rekam medis pasien dan saya sudah tanya ke dr Azharul.SpOG sebagai ketua MKEK Provinsi Riau, dimana dikatakan tindakan itu bisa dipidanakan karena pemalsuan rekam medis. Selain itu saya menentang tidak bisa dalam satu instansi terdapat suami istri dalam satu profesi dipekerjakan, karena dampaknya sangat buruk jika ada masalah dan ini sudah terbukti," ungkapnya.

Aisah Bee juga membantah pernyataan Bupati Kepulauan Meranti yang sulit mencari dokter pengganti jika kedua dokter anak tersebut mengundurkan diri.

"Tidak benar kita susah mencari dokter, kita sudah melakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dalam hal permintaan tenaga medis. Selain itu insentif dokter di Kepulauan Meranti sangat tinggi yakni Rp 35 juta perorangnya yang merupakan insentif tertinggi di Riau serta dilengkapi dengan fasilitas lainnya, jadi saya tidak setuju dengan gaji yang besar itu dokter melakukan tindakan yang menelantarkan anak Meranti," ujarnya.

Aisah Bee juga mengaku telah melaporkan hal tersebut ke Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dan Badan Pengawas Rumah Sakit Indonesia (BPRS).

"Bupati itu kelirunya disitu, tidak melihat dulu apa sebenarnya permasalahan yang terjadi. Selain itu undang-undang Pilkada sudah berjalan, di saat itu pula saya dimutasikan, itulah yang dilanggar Bupati. Terhadap apa yang saya sampaikan ini benar atau tidaknya ada tiga orang dokter yang siap bersaksi. Ke depannya saya berharap Bupati terpilih nantinya lebih bijaksana menyikapi laporan dan menempatkan sesuai kinerja," pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti menegaskan bahwa pemindahan dr Aisyah Bee menjadi dokter umum dari jabatan lama sebagai Kasi Yankes RSUD Kepulauan Meranti sebagai bagian dari penata kelolaan pelayanan kesehatan.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, saya sebagai ketua Gugus tugas tentu harus mengatur bagaimana mengantisipasi jika terjadi ledakan Covid-19. Kita sudah mempersiapkan rumah sakit umum sebagai perawatan suspek dan lain sebagainya," ujar Bupati Irwan saat diwawancara Rabu (22/7/2020) lalu.



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Riau Raya

Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif

Senin, 06 Juli 2026 - 07:12:13 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.

Riau Raya

Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku

Ahad, 05 Juli 2026 - 22:30:28 WIB

PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.

Riau Raya

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan

Ahad, 05 Juli 2026 - 11:16:12 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.

Riau Raya

Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi

Sabtu, 04 Juli 2026 - 19:34:38 WIB

PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.

Riau Raya

Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:12:50 WIB

PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.

Riau Raya

Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:50:02 WIB

PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.

Terkini

  • +INDEX
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
06 Juli 2026
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
05 Juli 2026
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Orang Diringkus
05 Juli 2026
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
05 Juli 2026
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
04 Juli 2026
Melihat Bhabinkamtibmas Polsek Batang Cenaku Rutin Dampingi Peternak Ikan
04 Juli 2026
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
04 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
04 Juli 2026
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
04 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
04 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
  • 2 Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
  • 3 Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
  • 4 Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
  • 5 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 6 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 7 Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved