Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Rayakan Hari Puisi, Rumah Sunting Ajak Pendaki Nulis Puisi
PELITARIAU, Pekanbaru - Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2020 sudah dimulai di beberapa provinsi di Indonesia. Di Riau juga sudah dimulai oleh Komunitas Seni Rumah Sunting Pekanbaru yang setiap tahun tidak pernah alpa merayakan harinya para penyair tersebut. Perayaan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya atau empat tahun belakangan dirayakan bersama penyair dari berbagai daerah di Indonesia bahkan manca negara, kali ini dirayakan dengan para pendaki gunung di seluruh Indonesia. Caranya tetap sama, yakni dengan melahirkan kumpulan puisi bersama.
Pimpinan Rumah Sunting, Kunni Masrohanti yang juga presiden Penyair Perempuan Indonesia (PPI) itu, mengatakan, cara perayaan yang berbeda ini dikarenakan ingin mencari susana baru, ingin merakyatkan puisi lebih luas dan juga karena situasi Indonesia dan juga banyak negara yang sedang dilanda wabah corona.
''Kami ingin menyebarkan wabah puisi ini lebih luas. Kalau tahun-tahun sebelumnya dirayakan bersama penyair, mengundang para penyair menulis puisi, tahun ini kami ingin merayakan bersama pendaki dan pencinta alam serta mengundang mereka menulis puisi. Tahun depan mungkin dengan yang lain lagi,'' kata Kunni.
Kenapa harus pendaki yang notabene adalah anak-anak alam, orang-orang yang mencintai alam dan lingkungan? Diakui Kunni karena mereka memiliki pengalaman yang berbeda dengan orang lain. Pengalaman sepanjang perjalanan menuju puncak pendakian adalah pengalaman puitis yang tidak dirasakan banyak orang.
''Banyak teman-teman pendaki yang suka menulis puisi. Mereka orang-orang beruntung yang bisa mencapai puncak ketinggian tiang-tiang bumi. Pengalaman, persahabatan, kesabaran, sulitnya mencapai puncak yang mereka temukan selama pendakian, adalah filosofi kehidupan yang sangat puitis. Kami mengajak mereka untuk berliterasi, menulis puisi dari apa yang mereka rasakan, apa yang mereka lihat lalu mewariskan melalui tulisan, yakni puisi,'' sambung Kunni.
Rencana antologi puisi ini mengusung tema: gunung, hutan dan alam. Tema ini sengaja dipilih agar para pendaki dan pencinta alam menulis tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, gunung dan alam. Dengan harapan, buku antologi yang dilahirkan nanti mencatat bagaimana kondisi hutan gunung dan alam sekarang dan bisa dijaga oleh generasi penerus nantinya.
Undangan menulis puisi ini sudah dimulai sejak 20 Juni lalu dan berakhir 20 Juli mendatang. Setiap pendaki mengirimkan tiga puisi dengan ketentuan tambahan sudah mendaki minimal tiga gunung yang berbeda. Buku ini nantinya akan diluncurkan di Pekanbaru pada puncak perayaan HPI di Riau. Info jelas bisa dilihat di IG-nya Rumah Sinting. **prc4
sumber: berazam
Bupati Meranti Minta DPR RI Tetapkan Kebijakan Afirmatif Dalam RUU Daerah Kepulauan
PELITARIAU,Jakarta- Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar meminta DPR RI.
Awali Pekan Dengan Energi Positif, Lapas Narkotika Rumbai Laksanakan Apel Pagi Senin Rutin
PELITARIAU, Pekanbaru – Mengawali gerak langkah kinerja di pekan yang baru, se.
Wakil Bupati Meranti Desak Roro Meranti-Kepri Segera Beroperasi
PELITARIAU,Batam - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, didampingi.
Kalapas Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin Keamanan dan Deteksi Dini
PELITARIAU Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mela.
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.









