Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Jokowi Ingatkan Masyarakat Soal Krisis Ekonomi Akibat Corona
PELITARIAU, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat Indonesia saat ini tidak hanya mengalami krisis kesehatan akibat corona. Ia mengatakan masalah corona telah merembet ke krisis ekonomi.
"Saya ingin mengingatkan agar memiliki perasaan yang sama bahwa kita sedang mengalami sebuah krisis kesehatan dan juga sekaligus ekonomi. Perasaan harus sama, jangan sampai ada yang masih memiliki perasaan kita normal-normal saja. Ini berbahaya sekali," ujar Jokowi dalam konferensi pers, Kamis (25/6).
Jokowi mengungkapkan krisis tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dialami oleh 215 negara di seluruh dunia.
"Kemarin, saya mendapatkan informasi bahwa krisis ekonomi global itu betul-betul nyata, ada benar dan semua merasakan," jelasnya.
Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan ekonomi AS tahun ini -8 persen, Jepang -5,8 persen, Inggris -10,2 persen, Perancis -12,5, Italia -12,8 persen, Spanyol -12,8 persen, dan Jerman -7,5 persen.
Permintaan akan terganggu yang akan mengganggu pasokan. Ujung-ujungnya, produksi akan terganggu.
"1,5 bulan yang lalu, saya telepon Managing Director IMF Kristalina (Kristalina Georgieva) mengatakan bahwa betul-betul dunia global berada pada posisi krisis ekonomi yang tidak mudah dan lebih berat dari depresi besar 1930," ujarnya.
Karenanya, dalam mengelola krisis, rem dan gas harus seimbang. Dalam hal ini, tidak bisa urusan ekonomi digas tetapi urusan kesehatan terabaikan. Sebaliknya, tidak bisa juga konsentrasi penuh di urusan kesehatan tetapi ekonomi menjadi sangat terganggu.
"Gas dan rem inilah yang selalu saya sampaikan kepada Gubernur, Bupati, Walikota harus pas betul, ada balance, ada keseimbangan, sehingga semua bisa dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Inilah sulitnya saat ini," jelasnya. **prc4
sumber: cnnindonesia
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









