Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Semoga Benar Bro! CEO Moderna Klaim Calon Vaksin Corona Produknya Paling Manjur
PELITARIAU - Berbagai perusahaan berlomba membuat vaksin Corona. Salah satunya Moderna, perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat. Bosnya pun sesumbar bahwa vaksin yang mereka kembangkan kemungkinan akan mendapatkan persetujuan dari otoritas.
Vaksin Moderna yang saat ini memasuki fase uji klinis pada manusia, harus mendapatkan persetujuan FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat sebelum diberikan secara luas. Sang CEO, Stephane Bancel, menyebut peluang vaksinnya manjur antara 80-90%.
"Kami tahu platform kami. Itu berhasil untuk MERS, Zika, dan lainnya. Saat Anda mendapatkan sekuens yang tepat, Anda akan mendapatkan antibodi yang bisa menetralisir," cetusnya, dikutip detik.com, Jumat (19/6/2020).
Moderna menunjukkan vaksinnya bisa memunculkan antibodi penawar yang menghentikan virus menginfeksi sel manusia, dalam studi awal. Memang, baru 8 orang relawan yang disebut berhasil mendapatkan antibodi tersebut.
Namun harapan Bancel tetap tinggi. Perusahaan ini berencana menggelar tes untuk menentukan apakah vaksinnya benar-benar manjur pada 30 ribu relawan di bulan Juli.
Teknologi vaksin Moderna adalah messenger RNA, sebuah cara memberi instruksi genetik ke sel tubuh untuk membuat protein. Sekali tubuh manusia 'membaca' instruksi dan membuat protein, tujuan utamanya adalah agar sistem imun akan melindungi seandainya terpapar Corona.
Bancel memberi alasan berikutnya perusahaannya akan berhasil, yaitu ini sudah kesepuluh kalinya vaksin buatan mereka dites pada manusia, yang berarti mereka sudah berpengalaman.
Alasan lainnya, Moderna sudah pernah membuat vaksin untuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang juga diakibatkan infeksi keluarga virus Corona. Kemudian, Moderna punya pabrik vaksin sendiri yang diklaim berteknologi canggih dan mempercepat proses produksi.
Bancel mengaku bersedia menanggung risiko bisnis apapun yang menimpa Moderna lantaran ada situasi pandemi dan juga optimisme vaksinnya punya peluang besar sukses. Seandainya tingkat kemanjurannya lebih dari 50% pun sudah cukup.
"Di level kesehatan publik, vaksin dengan tingkat kemanjuran 50% akan memperlambat infeksi secara drastis," cetusnya.
Moderna bahkan sudah mempersiapkan bagaimana caranya nanti vaksin Corona mereka diedarkan. Mereka telah merekrut beberapa sosok berpengalaman di bidang keuangan dan hukum.
Moderna juga telah menjalin kesepakatan dengan manufaktur Lonza untuk membuat 500 juta sampai 1 miliar dosis vaksin per tahun. Kita tunggu saja apakah benar vaksin Corona mereka nanti benar-benar ampuh. **prc4
sumber: riaubicara.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









