• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2365 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2733 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5284 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2425 Kali

  • Home
  • Tausiah
  • Pekanbaru

Usai Idhul Fitri, Kembali Fitrah

Redaksi

Ahad, 03 Agustus 2014 05:33:00 WIB
Cetak
Usai Idhul Fitri, Kembali Fitrah
PELITARIAU- Rasanya, dalam kehidupan bermasyarakat – tak seorangpun yang sanggup berkata “aku tidak punya salah. Aku tidak punya dosa”. Andaikata ada, itu suatu kekhilafan-baru dan masuk kategori merasa bersih (sendiri). Kemresik, dalam bahasa Jawanya. Artinya, di dalam hatinya masih ada yang perlu dibersihkan.
 
Ada hadits Nabi Saw: Al insanu mahalu al-khatthaa’i wa al-nisyaan. Manusia itu tempat salah dan lupa. Ini tak pandang bulu. Apakah rakyat atau pejabat. Pimpinan atau staf. Petani atau pegawai. Pedangang atau tukang. Penjahit atau bengkel. Semuanya – mempunyai predikat salah atau lupa. Kecuali Rasulullah Saw, karena ma’shum (terjaga dari dosa).
 
Apa saja kesalahan atau dosa itu? Ada yang kaitannya dengan Pencipta Alam. lazimnya disebut hablum minallah. Ada yang disebut hablun mina al-nas, hubungan sesama manusia.
 
Insya Allah yang berhubungan dengan Al Khaliq, dapat diselesaikan melalui media Ramadhan. Rasulullah Saw bersada yang artinya kurang lebih : “Siapa yang  menegakkan ibadah di bulan Ramadhan dengan iman dan penuh perhitungan, diampuni dosa-dosanya setahun yang telah lalu” (HR. Bukhari)
 
Dalam bulan Suci itu, kaum yang beriman – njungkung – mengoptimalkan segala daya dan upaya untuk meningkatkan ibadah. Haus dan lapar yang berbalut letih dan lemah – tak menjadi masalah. Tenaga, fikiran, suara, waktu, harta benda dan keluarga – hanya dijual-belikan kepada Allah Swt. Hamba Allah ini – ingin membuktikan dirinya mampu mencapai predikat muttaqin. Pada sepuluh malam terakhir, tak dilewatkan sekejap-pun untuk mengintip Lailatul Qadr. Malam penentuan, malam penuh mesteri, malam seribu bulan. Ujung-ujungnya ialah – pengampunan. Begitu Ramadhan usai, urusan dengan Sang Maha Pencipta diharapkan selesai pula.
 
Sekarang Haqqul Adami. Berbagai kesalahan dan khilaf dengan sesama manusia. Mulai dari kedua orang tua, mertua, eyang kakung-puteri atau kakek-nenek, paman dan bibi, saudara, guru, kerabat, tetangga, pembantu dan siapa saja yang pernah berhubungan. Tentu, sedikit banyak pernah ada salah dan khilaf. Ini yang mesti diselesaikan – lebih-lebih di bulan Syawwal. Bulan peningkatan. Yang biasa disebut Idul Fitri. Kembali fitrah, bersih, suci (lagi) dari dosa.
 
Mulai dari mencaci, menuduh, menyindir, menghina, melecehkan, menghasud, menfitnah, membohongi, mengkhianati, menipu, menyakiti fisik maupun hati, memakan harta (tidak halal), merampas, memukul, menendang, menghalang-halangi, menjegal, menjambret – sampai menumpahkan darah. Semua itu masuk kategori kesalahan, dan harus diselesaiakan. Kalau dosa dengan Allah sudah diampuni, lalu dengan sesama juga telah saling memaafkan, patut mendapat predikat Idul Fitri. Kembali menjadi fitrah, suci.
 
Bagaimana cara menghapus dosa antara sesama? Berdasarkan ajaran Rasulullah Saw, jika bisa bertemu, cara melakukannya dengan saling berjabat tangan. Ada pernyataan saling memberi dan minta maaf. Merelakan hatinya untuk memaafkan semua kesalahan orang lain. Juga meminta maaf atas kesalahan dirinya terhadap orang lain itu. Insya Allah, dosa-dosanya diampuni oleh Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda: “Maa min muslimaini yaltaqiyaani, fayatashaafahaani illaa ghufira laumaa qabla ayyaftariqaa (dalam hadits lain: ayyatafarraqaa)”. Tidaklah dua orang Islam bertemu, kemudian saling berjabat tangan, kecuali telah diampuni dosa-dosanya sebelum keduanya berpisah.(HR. Tirmidzi)
 
Ini barangkali yang menjadi dasar kaum Muslimin saling berkunjung – bersengaja bertemu untuk saling berjabat tangan. Lazimnya, disebut silaturrahim atau silaturrahmi. Artinya, menyambung hubungan kerabat dan sanak family, agar tidak putus. Sebab, bisa jadi karena sesuatu hal – maka tali persaudaraan serahim bisa putus dan tak terurus. Satu sama lain menjadi tidak mengenal. Lebih-lebih sampai anak cucu.
 
Inilah lalu, amat penting kembali kepada anjuran Rasulullah Saw untuk menyambung hubungan saudara serahim atau sedarah. Bahkan Nabi Saw memberi dorongan – melalui haditsnya : “Man araada ayyubsatha lahu fii rizqihii, wa yunsa-a lahuu fii atsarihi, fal yashil rahimahuu”. Barang siapa yang kepingin diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah shalaturrahim.(HR. Muslim)
 
Dari hadits ini, dapat ditangkap dua keuntungan besar yang sekaligus didapat bagi orang yang mau menyambung tali persaudaraan. Keuntungan itu ialah – murah rizqi dan panjang umur. Di zaman yang serba sulit – dua masalah ini terasa sangat vital. Pada umumnya, seseorang akan menjadi tenang dan lapang kalau hartanya banyak. Begitu pula terasa tidak menderita – kalau badan dalam kondisi sehat dan tidak sakit-sakitan. Sehat dan umur panjang menjadi cita dan sarana ibadah.  Bisa menyaksikan anak ragilnya di-wisuda, bekerja, menikah dan punya anak. Itu semua berkat dari silaturrahim.
 
Bagi yang berjauhan tempat tinggalnya, misalnya di luar kota atau di negeri seberang– bisa menggunakan surat, sms, telephon, faxemail, e-mail, face books, surat kabar, majalah, radio, TV dan media lain. Yang penting – ada perasaan saling menghalalkan antara kedua fihak. Tak ada ganjalan lagi antara keduanya. Kelompok ini bisa juga mendapat predikat Idul Fitri. Kembali suci, seperti baru dilahirkan sang ibu. Insya Allah berhak menempati surga.
 
Di Indonesia ada tradisi Halal bi Halal. Artinya, saling menghalalkan. Saling memaafkan atas dosa dan khilaf yang telah lalu. Ini diselenggarakan oleh suatu kelompok, rumpun, marga dls. Misalnya kantor, perusahaan, fabrik, sekolah, perguruan tinggi, jam’iyyah pengajian, RT, RW, Kelurahan/Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Propinsi, bahkan Istana Negara. Ini lebih kental dengan tujuan saling memberi dan minta maaf diantara mereka. Sehingga hubungankedepan bisa lebih enak, terbuka, nyaman dan indah.
 
Karena itu kalau bulan Syawwal telah tiba, acara Halal bi Halal diselenggarakan dimana-mana. Mulai dari Istana Negara sampai ke RT – bersemangat untuk menyelenggarakan acara itu. Mereka tidak keberatan mengeluarkan biaya untuk acara setahun sekali itu. Sebab, dirasakan amat banyak manfaatnya.
 
Memang perkara dosa itu harus segera diselesaikan sebelum meninggal. Baik dosa dengan Allah Swt maupun dengan sesama. Jangan ada yang terbawa ke kubur nanti. Kalau sudah sampai di sana – sudah tidak dapat diselesaikan – kecuali melalui caranya Allah.
 
Kalau dosa dengan Allah, diganti dengan adzab – sampai habis dosanya. Sedang dosa sesama, bisa dengan cara – pahala orang yang bersalah diambil – diberikan kepada orang yang pernah disalahi. Kalau sudah habis pahalanya, dengan cara – dosanya orang yang pernah disalahi itu diambil – dibebankan kepada orang yang pernah berbuat salah. Pelaksana pengambil alihan pahala dan dosa itu adalah malaikat.
 
Berapa orang yang pernah disalahi atau dizhalimi, dosa-dosanya diambil – dipindahkan kepada orang yang bersalah itu. Karena dosanya semakin menggunung, maka dia dilemparkan ke-neraka. Mengapa ditunda-tunda ? Segera diselesaikan dosa dan salah dengan sesama sebelum meninggalkan dunia. Allah Swt berfirman artinya kurang lebih: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran [3]: 133)
 
Lebih terasa lagi peringatan Allah di dalam Al Qur’an Surat Ali Imran [3] ayat 112 yang artinya: “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia…”
 
Dari ayat ini terkandung maksud, umat manusia diperintahkan oleh Allah Swt untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan dengan sesama. Kalau tidak, akan diberi suasana kehidupan yang penuh kehinaan – dimanapun saja berada. Menjaga agar tidak berbuat salah dan dosa – baik dengan Allah maupun sesama itu lebih baik daripada memohon maaf karena menanggung dosa.
 
Minal aidin wal fa izin tahun ini, mari kita jadikan titik awwal untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Maha Pencipta alam semesta dan sesama umat manusia, hablum minallah wa hablum minannas. Sehingga tidak memikul banyak dosa. Hidup menjdi indah, karena hati kita bersih. Semoga.



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Tausiah

Semangat Berkurban, Besok JMSI Bersama Pemda Inhu dan Pancawaskita Mitra APN Sembelih 2 Ekor Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:22:25 WIB

PELITARIAU, Inhu – Kalau tidak ada aral melintang, besok Rabu (27/5/2026) usai.

Tausiah

Pabrik PT KAS Salurkan 200 Paket Sembako untuk Warga Sekitar

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:46:54 WIB

PELITARIAU, Inhu – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Pabrik Kelap.

Tausiah

HKTI Akan Gelar Munas, Sinyal Penyatuan Dua Kubu Menguat

Rabu, 25 Juni 2025 - 01:49:00 WIB

PELITARIAU, Jakarta – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan segera men.

Tausiah

Bupati Inhu Sholat Idu Fitri 1446 H di RTH Rengat, Pidato Lengkap Pesan Perubahan

Senin, 31 Maret 2025 - 08:28:16 WIB

PELITARIAU, Inhu - Bupati Kabupaten Indragiri Hulu .

Tausiah

PKS PT SBL Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Desa Jalur Patah di Bulan Ramadhan

Jumat, 21 Maret 2025 - 16:31:53 WIB

PELITARIAU, Kuansing – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) .

Tausiah

Melawan Rasa Malas, Untuk Menggapai Kebahagiaan

Jumat, 19 Juli 2024 - 14:09:14 WIB

PELITARIAU.com - Untuk bisa meraih kesuksesan dalam menggapai cita cita dan keba.

Terkini

  • +INDEX
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen Polri Presisi untuk Masyarakat dan Dukung Program Nasional
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
01 Juli 2026
Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Teguhkan Komitmen 80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat
01 Juli 2026
Utamakan Pelayanan, Klinik Lapas Bersama Ka.KPLP Tangani Pengunjung Yang Alami Gangguan Kesehatan
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 2 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 3 Bedah Rumah untuk Warakawuri Jadi Kado Istimewa Polres Meranti di Hari Bhayangkara ke-80
  • 4 Wabup Muzamil Instruksikan Seluruh Aparat Desa Dukung Percepatan Sensus Ekonomi 2026
  • 5 Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti
  • 6 Wakapolres Kepulauan Meranti Hadiri Penandatanganan MoU Desa Bebas Api PT RAPP, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
  • 7 Meriahkan Hari Bhayangkara Ke - 80 Polres Meranti Gekar Olaraga Bersama Penuh Kebersamaan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved