Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Diduga Ada Konspirasi Rapat Anggaran Covid - 19 Kabupaten Meranti Tertutup
PELITARIAU, Meranti - Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Forum Aliansi LSM Meranti (Falma) Kepulauan Meranti geruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti Senin (8/6/2020) siang.
Kehadiran mereka dalam rangka ikut dalam ikut dalam Rapat Kerja Lintas Komisi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dilaksanakan saat itu.
Namun terjadi keributan di luar ruang rapat karena kehadiran mereka tidak diperbolehkan masuk dalam ruang rapat. Adu mulut juga sempat terjadi antara masa dengan mantan wakil Ketua DPRD Meranti Taufiqkurahman dan kepala Satpol PP Meranti Helfandi.
Koordinator FALMA Ramlan Abdullah menjelaskan kehadiran mereka ke sana karena mendapatkan undangan terkait pembahasan kerja anatara DPRD dan pemkab Meranti terkait penanganan Covid 19.
Namun dirinya kecewa karena tidak diperbolehkan masuk karena rapat dilakulan secara tertutup
"Saat kita mau masuk kita dihalang oleh petugas karena rapat tertutup. Padahal terkait anggaran dan pelaksanaan penanganam Covid pemerintah harus transparan kepada masyarakat," ujar Ramlan saat ditemui disela-sela aksinya.
Dirinya menilai saat ini kondisi penanganan serta penganggaran Covid Covid 19 Kepulauan Meranti carut-marut dan tidak transparan.
"Saat ini banyak masalah yang terjadi mulai dari bansos yang tidak sesuai, ruang isolasi yang sempat jadi masalah dan lainnya sementara mereka melakukan rapat kerja secara tertutup dan tidak bisa dilihat masyarakat, ini ada apa?" Ujarnya.
"Jangan mentang-mentang ketua DPRD berpartai sama dengan bupati jadi semena-mena. Kami mennilai ada konspirasi pemkab dengan DPRD," pungkasnya.
Dirinya juga mengatakan kehadiran mereka juga untuk menyampaikan sejumlah kejanggalan di lapangan selama penanganan Covid 19.
"Kita juga membawa sejumlah temuan kita di lapangan untuk kita sampaikan kepada DPRD. Jadi jangan di dengar dari pihak OPD saja, aspirasi dari masyarakat juga perlu didengarkan." Pungkasnya. **
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.









