Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Meskipun Diundur Sampai Tahun Depan, KONI Tegaskan Tak Lagi Lakukan Seleksi Atlet Pra PON
PELITARIAU, Palembang - Meskipun PON Papua diundur menjadi 2-13 Oktober 2021, KONI tak lagi melakukan seleksi atlet pra PON.
Atlet yang ikut PON 2021 sesuai hasil babak kualifikasi sebelumnya.
Demikian diitegaskan Wakil Ketua Umum (Waketum) I KONI pusat, Suwarno saat rapat KONI pusat dan para Ketum KONI daerah se-Indonesia dengan sistem virtual, Senin (12/5). Rapat dipimpin langsung Ketum KONI, Marciano Norman, dihadiri Sekjen, dan para pengurus lainnya.Sementara KONI Sumsel yang ikut hadir rapat virtual itu, Ketum Hendri Zainuddin, Sekum Suparman Roman, Waketum I Ahmad Yani, Bendum Amiri, dan Kabid Humas dan Media, Rustam Imron.
Karena itu lanjut Suwarno, ketentuan umur atlet di tiap-tiap cabang olahraga (Cabor) tak ada perubahan. Artinya, byname yang sudah ada menjadi database resmi panitia PON dan KONI, yang dapat disempurnakan oleh KONI daerah.
Diwawancara usai rapat, Ketum KONI Sumsel, Hendri Zainuddin menambahkan, atlet yang dikirim ke PON Papua 2021 sesuai dengan yang sudah diajukan Cabor tempo hari. Jadi walaupun mungkin ada atlet saat PON Papua 2021 umurnya lewat karena PON 2020 ditunda, tetap masih bisa ikut PON Papua tersebut.
“Tetap bisa ikut, karena kondisi kovid dan pengunduran PON ini sesuatu yang khusus,” katanya.
Sementara itu Ketum Marciano Norman mengatakan, di tengah konidis pandemi covid sekarang ini, diharapkan kegiatan organisasi KONI tetap berjalan, dengan menyesuaikan konidisi dan teknologi informasi yang ada.
Revisi UU Keolahragaan.
Pada rapat tersebut virtual tersebut, Waketum II KONI pusat, Nanang Djuana Priadi mengatakan, agar KONI daerah dan Cabor mengusulkan ide atau pendapat-pendapat terkait dengan revisi UU No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
Karena dalam waktu dekat KONI pusat dan Kemenpora akan menggelar rapat dengan Komisi X DPR RI, membahas tentang revisi tersebut.
“Sehingga diharapkan UU tersebut nanti benar-benar relatif sempurna mengatur tentang olahraga di Indonesia,” katanya.
Terkait dengan revisi UU tersebut, sejumlah KONI daerah pun mengusulkan agar dilakukan seminar atau kegiatan lainnya, sehingga poin-poin yang harus diperbaiki benar-benar detil. Bahkan, KONI Yogyakarta mengatakan agar UU tersebut tak hanya direvisi tapi diubah, sehigga namanya juga bukan lagi Sistem Keolahragaan Nasional, tapi UU Olahraga. **prc4
sumber: sripoku.com
Open Turnamen Pengalihan Cup III 2026 Resmi Dibuka, 59 Klub Siap Perebutkan Gelar Juara
PELITARIAU, Inhil - Open Turnamen Sepak Bola Pengalihan Cup III Tahun 2026 Jumat.
Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi
PELITARIAU, Pelalawan - Tim Nabil FC lolos keputaran selanjutnya piala Gubernur .
Pemprov Riau Dukungan Penuh, Fasilitas GOR Remaja Jadi Pusat Kejuaraan Taekwondo
PELITARIAU, PEKANBARU - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau kem.
32 Tim Ramaikan Turnamen Futsal Piala SAPMA IPK Cup I Bengkalis
PELITARIAU, BENGKALIS – Sebanyak 32 tim dipastikan ambil bagian dalam Turnamen.
Dispora Riau Dorong Pembinaan Atlet Lewat Turnamen Desa
PELITARIAU, Kampar — Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kepemud.
4 Tahun Vakum, Bupati Cup Karta IPK Desa Kuala Kilan Kembali Digelar Meriah
PELITARIAU, Inhu – Setelah sempat vakum selama empat tahun akibat pandemi Covi.









