Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Tolak PSBB, Ratusan Pedagang Dumai Gelar Demo di Malam Hari
PELITARIAU, Dumai - Keputusan pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Dumai dinilai sangat merugikan masyarakat. Sebab, PSBB sangat mengganggu roda perekonomian, khususnya bagi mereka pedagang kaki lima yang biasa membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman Dumai.
Itu pulalah membuat ratusan pedagang kaki lima pasar Senggol Jalan Sudirman melakukan aksi demo dan mengamuk mencoba membuka blokade chek poin yang didirikan di depan Hotel Grand Zuri, Senin (18/05/2020) malam.
Penutupan akses jalan untuk chek poin di sejumlah lokasi dilakukan menyusul diterapkannya PSBB mulai hari Senin sampai empat belas hari kedepan oleh Pemerintah kota Dumai.
Sebelumnya gabungan mahasiswa Kota Dumai telah melaksanakan aksi damai menolak penerapan PSBB selama empatbelas hari kedepan Senin pagi. Dan Senin malam sekitar pukul 20.25 WIB, ratusan pedagang kaki lima pasar senggol berkumpul dan melakukan aksi menolak PSBB karena akan mematikan perekonomian pedagang kecil kaki lima.
Geram massa pedagang semakin tak terkendali melihat kehadiran mobil patroli Sat Pol PP Kota Dumai yang konon akan melakukan penertiban pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, hal itu dilakukan sesuai ketentuan pemberlakuan PSBB.
”Diakhir Ramadan ini adalah agenda tahunan pedagang berjualan disepanjang jalan, disinilah kami mencari rezeki menjelang hari raya, kami harap kepada instansi terkait jangan menertibkan kami berjualan menjelang hari raya, dan apabila ada penertiban kami pedagang akan melawan,” tegas R yang mangaku salah seorang pedagang kaki lima Sudirman.
Tak lama berselang, Kapolres kota Dumai AKBP Andri Ananta SIK dan jajarannya langsung turun mendatangi pedagang. Aksi massa pedagang terkendali setelah Kapolres Dumai mendengar aspirasi mereka.
Menurut Andri Ananta, sebelum penetapan PSBB, pihaknya sudah melakukan tindakan persuasif agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan, namun belum diindahkan.
Sementara dalam Rapat Konsolidasi Pemberlakukan PSBB, Kapolres Dumai minta masyarakat dan aparat untuk melakukan humanis.
Aksi massa berakhir sekitar pukul 23.00 WIB malam. Belum ada keterangan resmi ada tidaknya kerugian akibat aksi tersebut. **prc4
sumber: riaukepri
Polresta Pekanbaru Hadir Dampingi Petani Wujudkan Pertanian yang Produktif
PELITARIAU, Pekanbaru – Wujud kepedulian terhadap sektor pertanian terus ditun.
Ketua PKC PMII Riau Mengutuk keras Terhadap Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau, Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku
PELITARIAU,Pekanbaru - Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengutuk keras aksi pen.
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.









