Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
AS Pilih Ilmuwan Muslim Untuk Pimpin Program Penemuan Vaksin Covid-19
PELITARIAU, Amerika serikat - Dalam upaya mempercepat penemuan vaksin Covid-19, Amerika Serikat (AS) akan melakukan program ‘Operation Warp Speed’. Melalui program ini, penemuan vaksin diharapkan bisa selesai pada akhir tahun dan diproduksi besar-besaran.
Untuk melancarkan misi itu, Presiden Donald Trump telah menunjuk seorang ilmuwan Muslim, mantan kepala vaksin di GlaxoSmithKline.
Pada briefing hari Jumat, Trump mengatakan belum ada satu negara pun yang memiliki program seperti yang digagasnya ini.
“Ini disebut Operation Warp Speed yang berarti besar, dan itu berarti upaya industri ilmiah dan logistik secara besar-besaran, tidak seperti apa pun yang telah dilihat negara kita sejak Proyek Manhattan. Anda benar-benar dapat mengatakan bahwa tidak ada yang pernah melihat hal seperti yang kami lakukan, apakah itu ventilator atau pengujian,” kata Trump bersemangat.
“Tujuannya adalah untuk menyelesaikan pengembangan dan kemudian memproduksi dan mendistribusikan vaksin virus corona secepat mungkin. Sekali lagi kami ingin melihat apakah kami bisa melakukannya sebelum akhir tahun,” lanjut Trump.
Ilmuwan Muslim yang ditunjuk Trump untuk memimpin program ‘Operation Warp Speed’ ini adalah Moncef Slaoui, seorang jenderal militer bintang empat Gustave Perna.
Slaoui seorang ahli imunologi terkenal di dunia, yang membantu menciptakan 14 vaksin baru dalam 10 tahun selama waktunya di sektor swasta.
Pria kelahiran Belgia ini pernah kehilangan saudara perempuannya akibat pertusis atau batuk 100 hari. Rasa kehilangan inilah yang memotivasi Slaoui belajar dan berkarir dalam vaksin, seperti dikutip dari Morocco News World.
Beberapa vaksin yang dihasilkan Dr Moncef Slaoui adalah Rotarix, Synflorix, dan Cervarix. Rotarix untuk mencegah gangguan pencernaan (gastroentritis) pada bayi, Synflorix untuk penyakit pneumococcal, dan Cervarix untuk mengatasi kanker serviks.
Pada 2015, dia mendapat persetujuan Eropa untuk vaksin malaria pertama di dunia Mosquirix. Saat mengundurkan diri pada 2017, GlaxoSmithKline sedang mengembangkan vaksin untuk mengatasi penyakit Ebola. Penyakit ini disebabkan virus yang mengakibatkan demam hingga perdarahan.
Setelah lulus dari Sekolah Menengah Mohammed V di Casablanca, Slaoui belajar ilmu biologi di Belgia dan juga mengambil kursus pascasarjana di Harvard Medical School dan Fakultas Kedokteran Universitas Tufts.
Dia telah menerbitkan lebih dari 100 makalah ilmiah dan merupakan anggota dewan direksi International AIDS Vaccine Initiative, seperti dikutip dari Dawn. **prc4
sumber: cakaplah.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









