Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sri Mulyani Jawab Protes soal Kartu Prakerja
PELITARIAU, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab protes yang dilayangkan oleh beberapa anggota Komite IV DPD mengenai Program kartu prakerja. Sebab, program itu dinilai tak tepat dijalankan di tengah pandemi virus Corona atau covid-19.
Sebelumnya, beberapa anggota DPD mengeluhkan program Kartu Prakerja karena berpandangan bahwa pemerintah perlu langsung memberi bantuan tunai ke masyarakat tanpa syarat pelatihan. Keluhan ini kemudian dirangkum menjadi simpulan rapat virtual antara Kementerian Keuangan dan Komite IV DPD pada Jumat (8/5).
"Komite IV DPD mendorong agar Kementerian Keuangan dapat meninjau ulang kebijakan Kartu Prakerja, khususnya terkait alokasi anggaran pelatihan mengingat yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat terdampak saat ini adalah bantuan tunai selama krisis berlangsung," ungkap Ketua Komite IV DPD Elviana.
Atas hal ini, Sri Mulyani mengatakan pemerintah memang mau tidak mau tetap menjalankan Program Kartu Prakerja dengan skema pelatihan. Pasalnya, pemerintah sengaja merancang untuk penambahan kemampuan kerja masyarakat yang menjadi peserta.
"Seperti yang disampaikan, ini tujuannya untuk memperbaiki skill-nya di saat situasi Covid-19," katanya.
Sementara soal bentuk pelatihan yang berupa konten video Youtube, ia mengatakan sebenarnya pemerintah sudah berupaya mengurasikan berbagai kebutuhan yang ada. "Ini untuk menambah pilihan," tuturnya.
Kendati begitu, ia mengaku wajar bila program baru ini mendapat evaluasi dari masyarakat. Ia pun mengaku bakal memberikan tanggapan dari para anggota Komite IV DPD ke Manajer Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja.
"Ini akan dikomunikasikan ke PMO. Saya rasa melakukan perbaikan dari sisi pelaksanaan Kartu Prakerja," katanya.
"Seperti yang disampaikan, ini tujuannya untuk memperbaiki skill-nya di saat situasi Covid-19," katanya.
Sementara soal bentuk pelatihan yang berupa konten video Youtube, ia mengatakan sebenarnya pemerintah sudah berupaya mengurasikan berbagai kebutuhan yang ada. "Ini untuk menambah pilihan," tuturnya.
Kendati begitu, ia mengaku wajar bila program baru ini mendapat evaluasi dari masyarakat. Ia pun mengaku bakal memberikan tanggapan dari para anggota Komite IV DPD ke Manajer Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja.
"Ini akan dikomunikasikan ke PMO. Saya rasa melakukan perbaikan dari sisi pelaksanaan Kartu Prakerja," katanya. **prc4
sumber: cnnindonesia
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









