Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pemasukan Menurun Dampak Covid-19, Jakarta Diperkirakan Tanpa Pembangunan Tahun Ini
PELITARIAU, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi kehilangan pendapatan sebagai dampak pandemi Covid-19 sebesar Rp 82,196 triliun atau sebesar 53,66 persen dari total APBD 2020 sebesar Rp 87, 956 triliun. Dalam satu tahun ini juga, hampir dipastikan tidak ada program pembangunan.
Wakil Ketua DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi menjelaskan, bahwa selama pandemi tidak ada pemasukan apapun ke Pemprov, terkecuali rokok. Bersamaan dengan itu, modal untuk menjalankan pembangunan dialihkan sebagian besar untuk penanganan Covid-19.
"Otomatis. Pembangunan itu hampir mungkin enggak ada pembangunan karena uangnya memang enggak ada," kata Suhaimi, Rabu (6/5).
Politikus PKS ini mengatakan, rasionalisasi APBD 2020 untuk penanganan penyebaran virus Corona di Jakarta dihitung hingga akhir tahun. Dia juga menambahkan, angka rasionalisasi tersebut masih bersifat fluktuatif, masih memiliki potensi pengurangan pendapatan.
"Setelah dirasionalisasi kurang lebih begitu. Ini masih angka optimis, artinya masih kemungkinan berkurang lagi, nanti kita lihat di bulan Agustus-September kan ada anggaran resmi perubahan," ujarnya.
Sebelumnya, DPRD melakukan rapat untuk rasionalisasi APBD 2020. Penyesuaian menyasar pendapatan daerah, dan penerimaan pembiayaan.
Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, pendapatan lain-lain yang sah.
Untuk penyesuaian PAD sebesar 45,92 persen. Dengan rincian, realisasi pada bulan April, sebesar Rp 11,660 triliun. Pemprov DKI kemudian memproyeksikan PAD sebesar Rp 26,423 triliun atau sebesar 45,92 persen.
Selain itu, penyesuaian juga berlaku terhadap Dana Perimbangan. Awalnya, Dana Perimbangan 2020 sebesar Rp 21,618 triliun. Akibat dampak pandemi Covid-19, Pemprov DKI kemudian melakukan rasionalisasi menjadi Rp 16,918 triliun atau sebesar 78,26 persen.
Sementara pendapatan lain-lain diproyeksikan hanya sebesar Rp 2,403 triliun atau sebesar 76,69 persen.
Penyesuaian pendapatan juga menyasar pada penerimaan pembayaran dari Rp 5,760 triliun menjadi Rp 1,442 triliun. Dana SILPA semula Rp 5,500 triliun menjadi Rp 1,182 triliun atau sebesar 21,49 persen.
Sedangkan penerimaan pinjaman daerah senilai Rp 260 miliar tidak dilakukan rasionalisasi. **prc4
sumber: merdeka.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









