Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Polemik Kurikulum 2013, Anies Salahkan M Nuh
PELITARIAU, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan tidak lagi melanjutkan Kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Sekolah-sekolah pun diminta kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.
Mengenai pro dan kontra kebijakan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan terkesan lepas tangan, mengingat penggagas Kurikulum 2013 adalah mendikbud sebelumnya, M Nuh.
"Kita diamkan saja. Sebenarnya di kementerian bisa saja bilang, 'Bukan kami lho yang buat masalah ini.' Nah, pasti kritik akan tertuju ke sebelum kami. Kan begitu lihatnya," ungkap Anies saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/12).
Ia mengatakan, semua pihak seharusnya mau menilik terlebih dahulu proses kebijakan baru ini berjalan dan ditetapkan. Jangan seolah-olah dipersalahkan, padahal belum dicoba.
"Kita beri kelonggaran untuk sekolah yang mau tetap melanjutkan sambil kita evaluasi juga," imbuhnya.
Menurutnya, penerapan Kurikulum 2013 saat ini sangat merugikan seluruh siswa di Indonesia, orangtua murid, dan para guru. "Itu terlalu berat," tegasnya singkat.
Pada kesempatan yang sama, Anies juga menyindir M Nuh yang terlalu terburu-buru menerapkan Kurikulum 2013 ketika masih menjabat. Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Pasal 94 memberi batas waktu selama tujuh tahun untuk menerapkan kurikulum baru.
"Jadi, semuanya terlalu cepat. Kurikulum 2013 disusun oleh tim di akhir 2012. Kemudian awal 2013, diterapkan di 3 persen jumlah sekolah di Indonesia. Lalu 2014, diterapkan di 218 ribu sekolah. Telalu cepat," jelas Anies.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya mantan Mendikbud M Nuh mengatakan bahwa kembalinya penetapan Kurikulum 2006 atau KTSP itu justru mengacu pada kemunduran pendidikan Indonesia. Ia menganggap secara substansi penetapan tersebut belum tentu lebih baik.
Selain itu, M Nuh juga memaparkan bahwa nantinya jika kebijakan Menteri Anies diterapkan akan membutuhkan waktu adaptasi lebih lama karena para pengajar juga harus diberi pelatihan dan sosialisasi. Dia menyayangkan hal tersebut karena para orangtua harus membeli buku KTSP baru padahal buku Kurikulum 2013 sudah digratiskan (okezone)
Editorial: rio ahmad
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









