DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Amalan-Amalan di Tengah PSBB, dari Sedekah Hingga Bayar Zakat Lebih Awal

Editor :Era Puspita Rabu,29 April 2020 | 12:56:09 WIB
Amalan-Amalan di Tengah PSBB, dari Sedekah Hingga Bayar Zakat Lebih Awal Ket Foto :

PELITARIAU, Jakarta - Pemerintah terpaksa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penularan virus corona (COVID-19). Sisi positif dari kebijakan ini adalah umat terselamatkan dari ancaman penyakit mematikan, namun di sisi lain kebijakan tersebut membuat roda perekonomian terganggu.


Contohnya ojek online tak lagi bisa mengangkut penumpang, tukang becak juga sepi pelanggan, dan lain sebagainya. Di tengah PSBB seperti ini, jika ada orang yang membutuhkan bantuan, Islam mengajarkan untuk beramal dengan cara membantu.

Dikutip dari laman Tebuireng pada Rabu (29/4/2020), sedikitnya terdapat 3 amalan sosial yang bisa dilakukan Muslim saat PSBB berlangsung.

Pertama, bersedekah bagi yang mampu. Sedekah tak hanya sebagai bentuk amalan seseorang terhadap perintah Allah SWT (hablu min Allah), tetapi juga bentuk ibadah sosial (hablu min an-nas). Sebagian warga seperti ojek online, penarik becak , dan lainnya jelas terdampak PSBB di tengah wabah corona sehingga membutuhkan uluran tangan dari orang lain untuk melangsungkan hidup.

Pada bulan Ramadan, memperbanyak sedekah bisa menjadi bagian dari ibadah sosial yang harus dilakukan terutama bagi yang mampu. Seperti firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah Ayat 245, dijelaskan barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah melapangkan rezeki dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.

Kedua, jika orang tak dikenal saja dibantu, apalagi tetangga sendiri. Pada masa pandemi ini, saat banyak orang yang terdampak, maka salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan saling tolong-menolong antar tetangga sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dikatakan, ‘Bukanlah dinamakan orang mukmin, seseorang yang kenyang sedang tetangga di sampingnya kelaparan.’

Berdasarkan hadis di atas, jika setiap orang saling memperhatikan dan mempedulikan tetangganya, maka tak akan mungkin terjadi kelaparan dan kesusahan dalam menjalani masa PSBB ini. **Prc5

sumber: Okezone.com


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved