Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mahfud MD Senang Ravio Patra Dibebaskan: Hati-hati Jaga HP agar Tak Diretas
PELITARIAU, Jakarta - Menko Polhukam, Mahfud MD, angkat bicara mengenai kasus yang menimpa aktivis Legislation Advocacy, Ravio Patra.
Ravio sebelumnya sempat ditangkap pada Rabu (22/4) atas dugaan penyebaran berita onar. Ravio kemudian dilepas pada Jumat (24/4) pagi dengan status sebagai saksi. Dilepasnya Ravio itu tak lepas dari desakan publik.
Mahfud menyatakan bergembira karena Ravio telah dilepas. Meski demikian, Mahfud meminta Ravio berhati-hati menggunakan ponsel agar tak lagi diretas. Hal itu menanggapi pernyataan Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto, yang menyatakan pesan provokatif bukan disebar Ravio, melainkan orang lain yang telah meretas akun WhatsApp Ravio.
"Untuk Mas Ravio Patra dan kawan-kawan, Dan kita semua ya hati-hati menjaga handphone kita agar tidak bisa diretas orang. akun kita tuh supaya dijaga dengan sebaik-baiknya agar tidak mudah diretas," ujar Mahfud dalam pernyataannya Sabtu (25/4).
"Karena biasanya orang yang brutal itu kalau ingin menyembunyikan diri salah satunya dengan cara meretas punya orang," sambungnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tak membuat pernyataan provokatif di tengah pandemi corona yang bisa membuat kerusuhan.
"Mari kita sama-sama belajar untuk masyarakat sipil, untuk masyarakat supaya juga berhati-hati membuat pernyataan-pernyataan yang provokatif. harus jujur lah sekarang di tengah-tengah masyarakat itu banyak sekali berita-berita yang sangat provokatif mengajak masyarakat ini ribut," ucap Mahfud.
Sebelumnya Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus (KATROK) yang mengawal kasus ini, menduga penangkapan dan peretasan akun Ravio tak lepas dari kritik-kritik yang sering disampaikan peneliti kebijakan publik itu di media daring atau media sosial.
Namun Mahfud menyatakan pemerintah tidak antikritik lantaran merupakan bagian dari demokrasi.
"Tapi di antara gelombang kritik itu tidak dapat dipungkiri ada orang yang memang mau merusak, tidak pernah mau membuat penilaian yang objektif," kata Mahfud.
"Kita sama-sama harus menjaga negara ini. Saya sama sekali tidak menyalahkan masyarakat sipil yang kemudian membela ramai-ramai Mas Ravio, itu kita saling berhati-hati untuk aparat dan masyarakat sipil. Mari kerja sama untuk negara ini," tutup Mahfud. **prc4
sumber: kumparan
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









