Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Diskes Pelalawan Temukan 50 Kasus Penyakit Serang Warga
PELITARIAU, Kerinci- Banjir yang terjadi selama hampir dua pekan di Kab. Pelalawan menimbulkan penyakit. Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan mencatat setidaknya 50 kasus berbagai penyakit yakni penyakit diare, kulit dan nyeri tulang menyerang warga.
"Banjir yang melanda kabupaten Pelalawan khususnya diempat kecamatan yakni Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kecamatan Langgam, Kecamatan Pelalawan dan Kecamatan Teluk Meranti, telah berdampak menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit. Dan dalam hal ini, kita telah menemukan dan mencatat sebanyak 50 kasus berbagai penyakit yakni penyakit diare, kulit dan nyeri tulang yang telah menyerang warga," terang Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dr Endi Romo Pratiknyo melalui Kabid P2PL dr Rafles, Jum'at (12/12).
Rafles mengatakan bahwa 50 kasus tersebut yakni 12 kasus diare yang rinciannya terdapat di dikecamatan Langgam 2 kasus, kecamatan Pangkalan Kerinci 5 kasus, Pelalawan 2 kasus dan kecamatan Teluk Meranti 3 kasus. Kemudian, untuk kasus penyakit kulit (gatal-gatal,red) ditemukan sebanyak 24 kasus yang berada di kecamatan Langgam 1 kasus, kecamatan Pangkalan Kerinci 7 kasus, Pelalawan 7 kasus Kecamatan Teluk Meranti 11 kasus.
"Selain itu, juga ada penyakit nyeri tulang sebanyak 14 kasus yakni 2 kasus dikecamatan Langgam, 3 kasus di kecamatan Pangkalan Kerinci, 9 kasus dikecamatan Pelalawan," paparnya.
Ditambahkan Rafles, bahwa dalam kondisi banjir yang menjadi langganan tahunan, tidak hanya orang dewasa yang terserang penyakit. Balita dan anak-anak juga ikut terkena efek bencana tahunan tersebut. Dan kesemua kasus ini disebabkan dampak langsung oleh bencana banjir akibat faktor cuaca dan luapan air sungai Kampar yang telah merendam ribuan rumah dan telah membawa bakteri penyebar penyakit.
"Untuk itu, kita menghimbau agar masyarakat Negeri Bono ini khususnya didaerah yang menjadi rawan banjir, dapat terus menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dan kita tentunya akan terus siap siaga memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan terutama bagi masyarakat yang menjadi korban banjir," tutupnya.(kor. htl)
Editorial: rio ahmad
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









