• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1112 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2397 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2766 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5323 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2437 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pekanbaru

Betapa Lambannya Jokowi Menyadari Kesemrawutan Data Corona

Bambang S

Rabu, 15 April 2020 07:01:11 WIB
Cetak
Betapa Lambannya Jokowi Menyadari Kesemrawutan Data Corona
Jokowi bilang data soal COVID-19 mesti rinci dan diumumkan ke masyarakat

PELITARIAU, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyoroti ketidakpaduan data pasien COVID-19 dalam rapat terbatas dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Senin (13/3/2020) kemarin. Ia lantas meminta data pasien dibuat terintegrasi-- antardaerah dan antarlembaga--serta disajikan ke masyarakat dengan baik. 

"Terkait data informasi saya minta data-data informasi ini betul-betul terintegrasi semua kementerian masuk ke Gugus Tugas," kata Jokowi melalui video yang disiarkan langsung Sekretariat Presiden, Senin (13/4/2020).

Selain itu, mantan Wali Kota Solo itu juga meminta data soal pandemi disampaikan secara rinci. Tak hanya jumlah pasien positif, tapi juga jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) hingga jumlah tes PCR yang sudah dilakukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan tim telah bekerja dengan pemerintah provinsi untuk mengintegrasikan data COVID-19 sejak pekan lalu.

Kelak, data akan dihimpun secara berantai mulai dari rumah sakit, dinas kesehatan, dan gugus tugas daerah. Selanjutnya, dari daerah akan diintegrasikan ke gugus tugas pusat.

Terintegrasi dari daerah sampai pusat dalam satu sistem," kata Yuri , Selasa (14/4/2020). 

Perkara data COVID-19 memang cukup disorot masyarakat. Mulai dari tidak padunya data Kementerian Kesehatan yang disampaikan tiap hari dengan data yang dimiliki pemerintah daerah, sampai pada dugaan manipulasi untuk membuat seolah kurva penyebaran pandemi telah melandai. 

Sebagai contoh, jika melihat situs corona.jakarta.go.id, pada Senin (13/4/2020) jumlah pasien positif berjumlah 2.242. Namun jika merujuk dokumen Gugus Tugas Covid-19, jumlah pasien berjumlah 2.186 orang. 

Akurasi data juga pernah dikeluhkan oleh Kepala Pusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo. Pada Minggu 6 April, ia pernah mengatakan "masih banyak [data dari Kementerian Kesehatan] yang tertutup." Ia lantas mengaku "belum bisa menghasilkan data yang sangat lengkap atau terbuka. Itu memang salah satu kendala saat ini." 

Untuk menyiasati hal itu, selama ini BNPB juga mengumpulkan data-data dari daerah, tapi yang disampaikan tiap konferensi pers hanya versi pemerintah pusat. 

Kami sandingkan. Yang dipublikasi apa yang disampaikan Pak Yuri. Tapi di belakang layar, kami punya seluruh data," kata Agus. 

Aktivis gerakan Kawal Covid Ainun Najib pernah mengatakan betapa pentingnya akurasi data. Salah satunya agar tidak ada tindakan yang salah untuk merespons atau mengendalikan virus tersebut. Konteks pernyataannya saat itu adalah angka pengetesan yang hanya 100an per hari--jauh di bawah negara-negara lain.

"Jangan-jangan masyarakat Indonesia malah nyantai karena sudah melandai tiap hari cuma 100," katanya. 

Terlambat Sadar

Anggota DPR dari fraksi Demokrat Benny K Harman menyayangkan lambannya pemerintah pusat menyadari kelengkapan data. Kendati begitu, menurutnya terlambat masih lebih baik dibanding tidak sama sekali.

Sudah sejak bulan lalu kami minta ada kejujuran dan keterbukaan informasi. Jangan ditutupi, jangan anggap enteng. Tapi, kan, pemerintah selalu anggap enteng," kata Benny dikutip dari Tirto, Selasa (14/4/2020). 

Bulan lalu, tepatnya pada 13 Maret, Jokowi mengaku kalau pemerintah memang tidak mau mengungkap semua data, terutama peta persebaran penderita COVID-19. "Kami ingin menyampaikan, tapi juga berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakat, juga efek nanti pada pasien apabila sembuh," katanya.

Benny berharap implementasi dari pernyataan terbaru Jokowi itu adalah adanya data mulai dari pasien positif, pasien dalam pengawasan, hingga orang dalam pemantauan, yang lengkap. Di samping itu, pemerintah juga harus menggalakkan pengujian kepada mereka yang terindikasi COVID-19. 

Dalam laman covid-monitoring.kemkes.go.id, informasi yang tersedia adalah kasus terkonfirmasi, angka pasien dalam perawatan, dan jumlah orang meninggal serta sembuh. Ada pula peta persebaran tiap provinsi, di samping berita-berita pendek soal perkembangan terkini.

Koordinator Safenet Damar Juniarto mengapresiasi pemerintah yang akhirnya memperhatikan kesemrawutan data COVID-19.

Pasalnya, karut-marut data jelas berpengaruh pada penanganan wabah. Peneliti, misalnya, tidak bisa melakukan pemodelan untuk memproyeksikan persebaran wabah atau prediksi kapan semua selesai. Sementara masyarakat yang kebingungan akhirnya beralih ke sumber informasi yang tak bisa dipastikan validitasnya.

"Sebetulnya krisis informasi ini bisa dihindari kalau sedari awal pemerintah menerapkan transparansi dari sisi data," kata Damar kepada seperti dilansir oleh Tirto. 

Damar menegaskan kembali bahwa COVID-19 adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya, sehingga pencegahan adalah langkah terbaik. Pencegahan bisa dilakukan jika masyarakat memperoleh informasi lengkap soal penyakit.

Damar berharap setelah pemerintah berhasil mengintegrasikan antara daerah dengan pusat, maka mereka juga menyampaikan data itu dengan transparan. Dengan demikian, semua orang bisa turut serta mengawasi. **prc4

sumber: tirto.id



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:56:13 WIB

PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.

Nasional

Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:33:46 WIB

PELITARIAU,  Bogor -  Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.

Nasional

Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:18:41 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.

Nasional

Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:05:32 WIB

PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.

Nasional

Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:12:43 WIB

PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.

Nasional

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Ahad, 21 Juni 2026 - 20:46:07 WIB

PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.

Terkini

  • +INDEX
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Orang Diringkus
05 Juli 2026
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
05 Juli 2026
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
04 Juli 2026
Melihat Bhabinkamtibmas Polsek Batang Cenaku Rutin Dampingi Peternak Ikan
04 Juli 2026
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
04 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
04 Juli 2026
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
04 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
04 Juli 2026
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
04 Juli 2026
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
  • 2 Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
  • 3 Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
  • 4 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 5 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 6 Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
  • 7 Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved