Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Riset Tunjukkan Gaya Hidup Orang Indonesia Berubah karena Virus Corona Covid-19
PELITARIAU, Jakarta - Pandemi virus corona covid-19 yang terjadi di Indonesia ternyata berdampak pada semua lini kehidupan. Tak terkecuali gaya hidup masyarakat di seluruh tanah air.
Perubahan yang paling mencolok terlihat dari cara orang menjalani kehidupan sosial dan menggerakkan roda perekonomian. Di mana masyarakat kini sangat mengandalkan teknologi digital untuk tetap menjalani kehidupan sosial dan ekonomi di tengah kebijakan physical distancing dan PSBB. Namun benarkah bahwa sektor ekonomi menjadi sektor terbesar yang terdampaknegatif virus corona covid-19?
Sebuah survei dilakukan oleh Snapcart untuk menilik seberapa besar dampak yang dibawa oleh virus corona terhadap gaya hidup orang Indonesia. Dilakukan pada 17-28 Maret 2020, survei yang melibatkan 2000 laki-laki dan perempan berumur 15-50 tahun di 8 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Makassar, dan Manado) menunjukkan bahwa pandemi virus corona berdampak paling besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Disusul dengan faktor karier atau pekerjaan dan berubahnya rencana perjalanan atau liburan akibat pandemi virus corona covid-19.
Bagaimana virus corona covid-19 ini bisa berdampak pada tiga sektor tersebut?
1. Kehidupan sosial
Dari survei yang dilakukan, sebanyak 48 persen responden mengaku bahwa kehidupan sosialnya terganggu akibat virus corona covid-19. Masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan hidup gotong royong dan kentalnya interaksi sosial berusaha mencari jalan keluar untuk tetap melakukan sosialisasi meski ada kebijakan physical distancing.
Penggunaan teknologi digital menjadi jawaban yang membuat masyarakat kini mulai menggantungkan interaksinya melalui dunia maya. Belakangan, banyak media sosial dan aplikasi olahraga yang melibatkan aktivitas olahraga secara online. Sehingga menciptakan suasana seakan-akan berolahraga bersama, padahal sebenarnya di rumah.
Hal ini terjadi karena tidak mungkin seseorang mampu sendirian terus menerus. Setelah pandemi virus corona covid-19 berakhir, mengadakan pertemuan menjadi reaksi langsung dari kerinduan masyarakat untuk bertemu. Di mana banyak tempat-tempat akan diramaikan dengan aktivitas berkumpul.
2. Pekerjaan atau karier
Kebijakan physical distancing dan PSBB menyebabkan diberlakukannya WFH. Ada banyak penyesuaian yang perlu dilakukan masyarakat dalam menjalani WFH. Di mana kedisiplinan menjadi nilai penting untuk menjalani WFH yang lebih produktif. Sementara, ada sejumlah masyarakat yang berpikir bahwa WFH membuat pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih santai. Seharusnya tidak demikian, tetap lakukan kebiasaan bangun pagi dan bersiap diri layaknya bekerja di kantor.
Sementara bagi perempuan, ternyata tidak mudah menjalani WFH. Malah justru lebih melelahkan dibandingkan bekerja di kantor. Perempuan harus mengurusi kebutuhan rumah, menjaga anak, sekaligus melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan di kantor. Namun di sisi lain, para pengusaha dan pemerintah bisa mengamati bagaimana WFH sebagai pola baru dalam menjalani aktivitas pekerjaan ke depannya.
3. Liburan
Rencana seseorang untuk liburan tentunya terganggu dan bahkan berubah. Pariwisata menjadi sektor ketiga yang terdampak dari pandemi virus corona covid-19. Otomatis perhotelan mengalami penurunan pengunjung. Sejumlah hotel meniadakan buffet atau prasmanan karena tidak adanya pengunjung. Artinya, pembelanjaan terhadap bahan baku restoran di hotel menjadi berkurang, yang berdampak pada perekonomian kelas bawah.
Lantas, bagaimana dengan sektor ekonomi? Secara spesifik, survei ini tidak menjelaskan adanya penurunan ekonomi. Melainkan menunjukkan perubahan gaya konsumen yang mengandalkan opsi digital. Sebanyak 24 persen responden terpaksa harus mengubah kebiasaan belanja yang konvensional menjadi online. Sehingga terjadi peningkatan aktivitas belanja online di kalangan masyarakat. **Prc5
Sumber: liputan6.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









