Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Fakta di Balik Mahalnya Harga Gula, Gara-Gara Telat Impor
PELITARIAU, Jakarta - Harga gula pasir konsumsi di pasaran melonjak di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram (kg). Selain harganya yang melonjak, gula pasir juga mengalami kelangkaan.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap penyebab harga gula mahal menembus Rp18.000 per kg.
Berikut fakta-fakta menarik mengenai harga gula versi KPPU seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Minggu (12/4/2020).
1. Penerbitan Izin Impor Lambat
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai penerbitan Surat Persetujuan Impor (SPI) gula terlambat sehingga harga bahan pokoknya melonjak hingga Rp18.000 per kilogram (Kg). KPPU pun menyarankan supaya penerbitan SPI gula tahun depan lebih cepat sebelum bulan Maret.
Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan, persoalan gula putih karena produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan secara nasional Makanya, seperti halnya bawang putih, mayoritas kebutuhan dipenuhi dari impor
"Kita pahami produksi petani tebu mayoritas terjadi di semester II. Artinya, semester I tahun ini stoknya dari sisa stok semeter II 2019 dan tentunya impor dari luar. Namun SPI baru terbit di Maret 400 ribu ton lebih, tentu dari SPI baru bisa realiasi," ujarnya, dalam telekonferensi, Rabu 8 April 2020.
2. Saran KPPU
Oleh karena itu, KPPU mendorong pemerintah supaya tidak hanya memberikan SPI hanya di Maret saja, karena jika tidak stok berkurang. Di samping itu, ketepatan penerbitan SPI juga penting supaya tidak membuat kerugian petani gula.
"Bila dibutuhkan juga badan usaha seperti Bulog bisa ditugasi segera merealisasikan SPI tersebut. Kita harap dalam kondisi wabah masyarakat tidak dibebani mahalnya harga. Kita juga berharap di mana petani tebu tidak mengalami anjloknya harga," ujarnya. **Prc5
sumber: okezone.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









