Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Menkes Saudi Sebut 200 Ribu Warganya Bisa Terpapar Corona
PELITARIAU, Arab Saudi - Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq Al-Rabiah mengatakan, penyebaran Covid-19 di negaranya bisa mencapai 10 hingga 200 ribu dalam beberapa pekan ke depan.
Menurut dia, hal tersebut bisa terjadi jika warganya tak mengindahkan aturan pemerintah untuk memerangi penyebaran pandemik tersebut.
"Biarkan saya berbicara dengan semua transparansi, meskipun menyakitkan, sayangnya, sebagian masyarakat gagal menerapkan slogan 'Kita semua bertanggung jawab,'" ucapnya seperti dilansir Saudigazzete, Rabu (8/4/2020).
Dia menyebutkan, perkiraan infeksi pada ratusan ribu warga itu, sangat dimungkinkan terjadi apabila pada fase berikutnya, kerja sama penanggulangan antara pemerintah dan masyarakat tak terjadi.
“Di luar prinsip transparansi yang menjadi komitmen kami, saya bagikan pada Anda hasil dari empat studi berbeda yang dilakukan oleh para ahli Saudi dan internasional, yang berspesialisasi dalam bidang epidemi,” jelas dia.
Dia melanjutkan, studi-studi yang dimaksud itu memperkirakan, bahwa jumlah kasus virus Corona selama beberapa pekan ke depan di Saudi bisa saja mencapai 200 ribu.
Untuk menekan angka tersebut, Kemenkes Sauid akan terus berkomitmen dan menjalankan instruksi dan prosedur menyeluruh untuk memeranginya.
Mengutip Raja Saudi dia menambahkan, fase berikutnya terkait dampak Covid-19 juga akan lebih sulit pada tingkat global. Oleh sebab itu, dia menggarisbawahi perlunya segala upaya dan tindakan untuk dikerahkan melawan virus asal Wuhan, China itu oleh semua pihak.
“Terlepas dari penyebaran pandemi ini ke seluruh dunia, kepemimpinan kami telah terbukti sebagai pelopor global dalam mengambil tindakan pencegahan yang ketat, sebelum banyak negara di dunia mulai mengambil tindakan pencegahan apa pun,” kata dia.
Keputusan negara
Dia menambahkan, langkah menunda haji dan penangguhan shalat di setiap masjid menjadi keputusan final di negaranya untuk melawan penyebaran virus.
Bahkan, menurut dia, penerbangan domestik ataupun internasional, termasuk operasional kantor, sektor publik dan sekolah juga telah dihentikan untuk mendukungnya.
Dia menekankan, semua prosedur yang telah dikerjakan pihaknya itu memiliki tujuan untuk mengurangi kontak orang semaksimal mungkin.
"Negara juga menangani krisis ini dengan transparansi dan kejelasan terbaik sehingga warga negara menyadari perkembangan terakhir," tambah dia. **prc4
sumber: republika.co.id
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









