Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pandemi Corona, Pemko Pekanbaru Segera Terapkan Jam Malam
PELITARIAU, Pekanbaru - Walikota Pekanbaru Firdaus ST.MT menambah penyeberan virus Covid 19 terus meningkat di Kota Bertuah ini. Untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini Pemerintah Kota Pekanbaru menyusun strategi beru yaitu peerapan "jam malam".
"Setelah melihat ada peningkatan kasus COVID -19 di Pekanbaru, maka kita akan berlakukan strategi kedua penerapan jam malam," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus di Pekanbaru, Sabtu.
Strategi jam malam ini diberlakukan karena masih rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat akan bahaya dan penularan COVID-19 sehingga terjadi peningkatan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ataupun positif penyakit ini. Dikatakannya, Warga mengabaikan strategi sebelumnya yang diterapkan Pemerintah Kota yakni memindahkan semua aktifitas ke rumah.
"Sejak awal terdapat kasus positif COVID-19, kita sudah pindahkan sekolah, beribadah, bekerja di rumah, namun nampaknya ini tidak berhasil dan eskalasi penularan COVID-19 terus meningkat," katanya.
Menyikapi itu,forkopimda dan tim gugus tugas sudah membuat strategi baru memberlakukan jam malam rencananya mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.
"Kapan kita berlakukan? Bisa besok malam. Bisa juga minggu malam," tegasnya.
Lanjut, kalau jam malam juga gagal maka pemerintah terapkan strategi terakhir yakni merumahkan seluruh masyarakat, atau sesuai instruksi Presiden Jokowi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Merumahkan masyarakat dilakukan untuk memutus wabah, hal ini kami berlakukan jika kasus ODP, PDP dan COVID-19 semakin meningkat di Pekanbaru," tukasnya.
Karena itu ia mengimbau semua lapisan masyarakat, tokoh agama, adat dan budaya mari bersama-sama memerangi dan memutus rantai penularan COVID-19.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau hingga Jumat sore ada 122 pasien dalam pengawasan (PDP) dimana 74 masih dirawat, 46 sehat dan dipulangkan, serta 2 meninggal dunia. Selain itu jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah jadi 20.178 orang dengan 2.531 diantaranya sudah selesai pemantauan.
Pekanbaru mencapai 916 ODP, sebanyak 61 orang PDP, Pasien Positif, Korona atau terkonfirmasi, COVID-19 sebanyak 4 orang, dengan diverifikasi tiga diverifikasi satu pulih. ** prc4
sumber: riauterkini
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.









