Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Mengapa Pemerintah Larang Salat Berjamaah? Ini Penegasan UAS
PELITARIAU , - Ulama kondang Ustadz Abdul Somad kembali memberikan komentar terkait umat Islam untuk shalat berjamaah dulu di masjid di tengah wabah Corona. Hal itu diungkapkannya melalui video berisi jawaban singkat dan tegas yang berjudul "Yang terbaru tentang Shalat Berjama'ah kompilasi Wabah".
"Adakah yang layak diambil, arahan, pemerintah, bukan, salat berjemaah?" ucap Ustadz Abdul Somad membacakan pertanyaan seseorang, membuka video yang antara lain tayang di akun Instagram ustadzabdulsomad_official itu, Kamis (26/3/2020) lalu.
"Mana ada yang berani pemerintah. Pemerintah Malaysia, Perdana Menteri, Perdana Menteri, tidak berani memakai orang salat Jumat dan salat fardu," sambung sosok ustadz yang juga biasa dikenal dengan sapaan UAS tersebut.
"Lalu kenapa harus dikeluarkan sekarang pemerintah melarang (salat berjamaah)?" sambung UAS lagi.
"Mufti mengeluarkan fatwa. Mufti wilayah Persekutuan (Malaysia), Mufti Selangor, Mufti Perak, mufti seluruh mufti. (Juga) Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Mufti Al-Azhar," tambah Ustaz Abdul Somad.
Cuplikan video terkait larangan salat berjamaah di tengah wabah di akun Instagram Ustaz Abdul Somad (UAS). [Instagram ustadzabdulsomad_official / ditangkap]
"Mengapa mufti berusaha? Dari Alquran dan sunnah Rasulullah SAW. Mereka mengambil (pedoman) dari sunnah. Meninggalkan salat berjamaah dan salat Jumat pada saat wabah penyakit adalah sunnah Rasulullah SAW," jelasnya lagi.
"Saya ulang lagi lagi. Meninggalkan salat berjamaah dan salat Jumat pada masa tersebarnya wabah penyakit, (seperti) tha'un, pes (wabah di masa lalu), adalah sunnah Rasulullah SAW," tegas Ustaz Abdul Somad sambil menonton Vidio berdurasi 1 menit 18 detik itu.
Ini adalah komentar pertama atau komentar pertama dari UAS yang terkait imbauan meninggalkan salat Jumat dan salat berjamaah di masjid yang beberapa minggu terakhir telah disampaikan di Indonesia.
Sebelumnya, pada pekan lalu, UAS pun sudah berbicara dalam video yang terkait hal itu , khusus menjawab kerisauan sebagian umat menjawab keluar Fatwa MUI.
"Saya percaya kepada Majelis Ulama Indonesia, dan khusus Mesir, karena saya alumni Al-Azhar," kata UAS dalam salah satu bagian video yang juga tayang di akun media sosialnya itu.
"Saya sebagai orang awam, tidak berilmu, ikut ulama-ulama, guru-guru kami di Al-Azhar yang sudah mengeluarkan keputusan pada tanggal 15 Maret 2020 tentang menunaikan salat Jumat dan salat fardu," tegas Ustaz Abdul Somad pekan lalu. ** prc4
sumber: suara.com
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.









