Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Cerita Warga Kunto Darussalam Sebelum Jembatan Pelanduk Selesai Sering Naik Rakit Bila Banjir
PELITARIAU, Rohul - Warga di Kecamatan Kunto Darussalam khususnya di Kelurahan Kota Lama dan Desa Muara Dilam amat bersyukur setelah selesainya pembangunan Jembatan Sei Pelanduk.
Jembatan Sei Pelanduk yang dibangun dengan dana APBD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tahun 2019 dengan nilai kontrak 2 milyar lebih itu tuntas pengerjaan oleh kontraktor CV Boeray Brothers tepat di akhir tahun 2019 lalu.
Puluhan tahun jembatan ini dinanti oleh masyarakat, bersyukur bisa direalisasikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu di masa kepemimpinan Bupati H Sukiman, yang memiliki misi "Membangun Desa Menata Kota".
Jembatan yang juga menjadi akses penghubung menuju Kecamatan Bonai Darussalam dan Kepenuhan Hulu ini sekarang sudah bisa dilalui kenderaan roda dua maupun kenderaan truck pengangkut buah sawit masyarakat.
"Kami sangat bersyukur selama ini kami sangat kewalahan bila ingin melalui jembatan yang lama, sebab pondasi jembatan sudah turun akibat dihantas arus sungai meluap," jelas Isran salah seorang pengendara warga Koto Raya menjawab wartawan, Kamis (30/1).
Bukan hanya itu, lanjut Isran yang hampir setiap hari hilir mudik dari desanya ke ibukota kecamatan menceritakan bila musim hujan sungai Pelanduk ini banjir. Jadi terpaksa warga yang hendak menyeberang terpaksa mengandalkan jasa rakit.
Untuk satu kali menyeberang biasanya warga dikenakan biaya 20 ribu rupiah, terkadang itu belum termasuk dengan sepeda motor. Bisa-bisa pengeluaran bisa mencapai 50 ribu sekali penyebrangan.
"Kalau musim penghujan, kami yang mau ke Kota Lama serba kesulitan, karena harus keluar biaya tambahan untuk penyeberangan, tapi sekarang Alhamdulillah tidak lagi," ungkapnya.
Senada disampaikan, Ujang Puluik warga Kota Lama yang seharinya mengangkut TBS Sawit masyarakat ke PKS PT EDI mengaku, sejak adanya jembatan Sei Pelanduk ini dirinya tidak lagi kesulitan untuk memasarkan hasil komoditi sawit ke pabrik.
"Sebelum jembatan ini selesai, apalagi bila banjir kami terpaksa jual sawitnya ke pabrik lain. Kalau sekarang kami sudah tidak kesulitan lagi," ujarnya.
Bukan hanya membuka akses terdekat buat warga di sejumlah desa antar kecamatan. Jembatan Sei Pelanduk juga mendongkrak roda perekonomian masyarakat, sebab warga tidak kesulitan lagi memasarkan hasil pertaniannnya ke pabrik terdekat. **Din
Lomba Rangking 1 dan Mendongeng Meriahkan HUT ke-69 PP-PAUD, Kecamatan Bangkinang Kota Raih Juara III
PELITARIAU, Kampar – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Perkumpulan Penyelengga.
96 Pelari Berlaga, Fun Night Run Season 2 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Meranti
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Fun Night Run Season 2 B.
Tiba di Kuansing, Bupati Asmar Tinjau Kesiapan Stan Bazar Kafilah MTQ Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar m.
Polsek Mandah Koordinasi Bersama Warga Desa Bente, Dukung Penanaman Jagung Untuk Swasembada Pangan
PELITARIAU, Mandah – Dalam rangka mendukung program swasembada dan ketahanan p.
Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau, Terus Hadir Lewat Bansos Penyaluran Air Bersih dan Bedah Rumah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 20.
Sidak Internal Digelar, Seluruh Petugas Lapas Pekanbaru Jalani Pemeriksaan
PELITARIAU , Pekanbaru — Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyaraka.









