Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Film Malapetaka II 'Season Pencak Selat Air Hitam' Putich Design Studio Akan di Luncurkan
PELITARIAU, Meranti - Awal tahun 2020 terhitung tidak lama lagi, selaras dengan itu Grub Putich Design Studio Film Company akan menayangkan Video HD Official Trailer Film Malapetaka II "Season Pencak Selat Air Hitam".
Film action karya putra dan putri-daerah Kabupaten Kepulauan Meranti ini kini dinanti-nanti para kaum milenial. Sebab, film Malapetaka kali ini lebih mempertontonkan bahasa daerah (Melayu, red).
Berbeda pada film Malapetaka sebelumnya, dengan properti mumpuni dan mematangkan kesiapan ekstra. Mereka sepertinya telah siap menyiarkan karya seninya kepada publik dengan memperagakan 'fight' pencak silat air hitam.
Syahputra AMd mengatakan, persiapan dalam mengkonsep naskah dan peragaan dilakukan dengan sangat matang.Dia meyakini, film kedua yang ia sutradarai juga akan mempertontonkan aksi bela diri 'selat air hitam' yang saat ini hampir tidak terdengar dipermukaan tanah Melayu.
Sempat disindir, Apakah pada tayang perdana film nantinya akan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Mengingat, pada Film Malapetaka dulunya, Pemkab Meranti telah mengusung nobar yang dilaksakan di Halaman Gedung LAMR Kepulauan Meranti.
"Kalau Pemkab menfasilitasi kita welcome dan film Malapetaka II akan ditayangkan pada tahun 2020 mendatang," ungkapnya, Selasa (3/12).
Dia mengakui, dalam proses pengambilan 'shooting' pihaknya mendapatkan banyak kendala. Terutama dalam penyediaan properti dan lainnya.
"Ya memang kendala istimasi sangat terasa. Namun kita murni berkarya dan tanpa ada dukungan dari siapapun kita akan tetap berkarya," bebernya.
Sementara itu, Produser Film Malapetaka II Tengku Harzuin mengatakan penayangan film tersebut akan lebih seru dan memiliki tantangan tersendiri dikarenakan para pemain mengunakan autodidak tanpa text.
"Alhamdulillah, keinginan adik adik kita sangat besar dan film juga berhasil mencapai target meskipun belum maksimal," sebutnya.
Produser Eksekutif Martin Raigon juga mengharapkan respon positif masyarakat dan pemerintah agar mendukung karya anak daerah Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, karena menurutnya selain meningkatkan kreatifivitas juga mempromosikan suatu daerah,
"Saya berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar mendukung penuh untuk sebuah karya dari anak daerah terutama pemuda pemudi meranti," harapnya.
Ia menambahkan, film mala petaka juga memiliki pesan moral untuk para pemuda agar lebih peduli dengan situasi kampung (tempat tinggalnya, red).
"Semoga film ini menjadi sebuah film yang di minati dan juga di gemari masyarakat sehingga anak generasi muda bisa mengambil keputusan dengan kepala dingin tidak dengan taruhan yang semakin memperumit masalah dan menjadi pelajaran berharga bagi kaum melenial saat ini," pungkasnya. **
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Senapelan Sambangi Pedagang Sembako di Padang Bulan
PELITARIAU, Pekanbaru – Komitmen Polresta Pekanbaru dalam mendukung program sw.
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.









