DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Tak Penuhi Janji Kampanye, Walikota Ini Diarak Warga dan Dipaksa Pakai Baju Wanita

Editor :Admin Sabtu,17 Agustus 2019 | 06:16:00 WIB
Tak Penuhi Janji Kampanye, Walikota Ini Diarak Warga dan Dipaksa Pakai Baju Wanita Ket Foto : walikota Meksiko diarak warga karena tak penuhi janji kampanyenya - Kolase Twitter @Filoespada dan @elpipila_mx

PELITARIAU.com - Pemilihan pemimpin daerah pasti diwarnai dengan kampanye dan janji-janji dari para calon kandidatnya. Setelah terpilih menjadi pemimpin, banyak yang merealisasikan janjinya, banyak juga yang tak merealisasikannya.

Jika pemimpin tak berhasil tunaikan janjinya saat kampanye, publik biasanya akan protes. Protes unik dari masyarakat terjadi di sebuah kota di Meksiko Selatan.

Para warga merasa jengkel dan muak ketika walikota mereka gagal menepati janji kampanyenya. Bukan hanya protes, warga Huixtan Meksiko bahkan memaksa walikota mereka untuk mengenakan baju wanita.

Melansir laman Foxnews.com, Senin (5/8/2019), warga Huixtan mengarak  Walikoa Javier Jimenez keliling kota, pada 31 Juli 2019 lalu.

Javier mengenakan rok panjang hitam dan blus putih berenda dengan motif bunga, berjalan di depan penduduk San Andres Puerto Rico.

Tak sendiri, Javier juga diarak bersama Luis Ton, pejabat pemerintah yang dianggap tak banyak berkontribusi dalam memajukan pemerintah. Luis mengenakan gaun pink dengan motif polkadot warna putih.

Dilansir dari laman Foxnews com, masyarakat marah karena Javier tak memenuhi janjinya mengalokasikan dana 3 juta peso, atau setara dengan Rp 2,1 miliar untuk memperbaiki infrastruktur kota.

Masyarakat yang menonton pun membawa poster bertuliskan kekecewaan mereka terhadap kinerja Javier.

Saat dimintai keterangan, Javier mengungkapkan bahwa tak ada lagi dana yang tersisa, karena telah dibagikan ke beberapa kota.

Warga memaksa Javier dan Luis untuk mengumpulkan dana dari pengendara kendaraan yang lewat di kota mereka.

Javier dicurigai telah menggelontorkan dana sebesar Rp 2,1 miliar ke beberapa lembaga, warga pun meminta lembaga yang berwajib melaukan penyelidikan lebih lanjut, namun Javier menolak penyelidikan karena ia merasa tak bersalah.

Tak hanya di kota Huixtan saja para pejabat diarak oleh masyarakat. Masyarakat di beberapa kota di Mexico bahkan tak segan menyeret pejabat pemerintah yang tak penuhi janji kampanye mereka.

Peristiwa tersebut bahkan telah beredar di sosial media, dan ramai diperbincangkan, terutama di Twitter. **Prc1


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved