Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Tak Penuhi Janji Kampanye, Walikota Ini Diarak Warga dan Dipaksa Pakai Baju Wanita
PELITARIAU.com - Pemilihan pemimpin daerah pasti diwarnai dengan kampanye dan janji-janji dari para calon kandidatnya. Setelah terpilih menjadi pemimpin, banyak yang merealisasikan janjinya, banyak juga yang tak merealisasikannya.
Jika pemimpin tak berhasil tunaikan janjinya saat kampanye, publik biasanya akan protes. Protes unik dari masyarakat terjadi di sebuah kota di Meksiko Selatan.
Para warga merasa jengkel dan muak ketika walikota mereka gagal menepati janji kampanyenya. Bukan hanya protes, warga Huixtan Meksiko bahkan memaksa walikota mereka untuk mengenakan baju wanita.
Melansir laman Foxnews.com, Senin (5/8/2019), warga Huixtan mengarak Walikoa Javier Jimenez keliling kota, pada 31 Juli 2019 lalu.
Javier mengenakan rok panjang hitam dan blus putih berenda dengan motif bunga, berjalan di depan penduduk San Andres Puerto Rico.
Tak sendiri, Javier juga diarak bersama Luis Ton, pejabat pemerintah yang dianggap tak banyak berkontribusi dalam memajukan pemerintah. Luis mengenakan gaun pink dengan motif polkadot warna putih.
Dilansir dari laman Foxnews com, masyarakat marah karena Javier tak memenuhi janjinya mengalokasikan dana 3 juta peso, atau setara dengan Rp 2,1 miliar untuk memperbaiki infrastruktur kota.
Masyarakat yang menonton pun membawa poster bertuliskan kekecewaan mereka terhadap kinerja Javier.
Saat dimintai keterangan, Javier mengungkapkan bahwa tak ada lagi dana yang tersisa, karena telah dibagikan ke beberapa kota.
Warga memaksa Javier dan Luis untuk mengumpulkan dana dari pengendara kendaraan yang lewat di kota mereka.
Javier dicurigai telah menggelontorkan dana sebesar Rp 2,1 miliar ke beberapa lembaga, warga pun meminta lembaga yang berwajib melaukan penyelidikan lebih lanjut, namun Javier menolak penyelidikan karena ia merasa tak bersalah.
Tak hanya di kota Huixtan saja para pejabat diarak oleh masyarakat. Masyarakat di beberapa kota di Mexico bahkan tak segan menyeret pejabat pemerintah yang tak penuhi janji kampanye mereka.
Peristiwa tersebut bahkan telah beredar di sosial media, dan ramai diperbincangkan, terutama di Twitter. **Prc1
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.
JMSI Jambi Audiensi Perdana dengan Gubernur Al Haris, Tegaskan Sinergi Dukung Keterbukaan Informasi
PELITARIAU, Jambi - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi audiens.









