Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Presiden FPR: Pers Harus Netral, Mau Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandi Kebebasan Pers Harus Terjaga
PELITARIAU, Pekanbaru - Forum Pemimpin Redaksi Riau (FPR) mengambil sikap sesuai dengan tuntutan kode etik dan etika pers menghadapi Pilpres 2019, yakni netral dalam informasi yang dirangkum dalam berita yang mendidik rakyat.
"Siapapun Presiden dan Wapres RI nanti, mau itu Joko Widodo - Ma'ruf Amin ataupun Prabowo - Sandiaga Uno, diharapkan untuk mampu menjaga kebebasan pers dalam berdemokrasi," kata Presiden FPR, Fazar Muhardi di Pekanbaru Kamis (16/8/2018).
Dia menjelaskan, pers jangan sampai terjebak pada politik praktis yang membuat independensi tergerus dan menyatu dalam kepentingan politik tertentu.
Dalam hal media massa sebagai bagian dari pers, banyak menyajikan informasi atau berita yang tak seimbang porsinya terhadap para kandidat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) atau substansi berita cenderung memihak pada salah satu kandidat, maka hal ini kata dia berkaitan dengan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik yang disusun Dewan Pers.
Untuk diketahui, bahwa Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik mengatakan bahwa wartawan Indonesia harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
"Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
Kemudian akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. Selanjutnya yakni berimbang berarti yang berarto semua pihak mendapat kesempatan setara," kata Fazar.
Presiden FPR juga mengharapkan pers dapat menyaring segala informasi yang diterima mengingat jelang Pilpres biasanya akan ada banyak serangan informasi bohong atau hoax yang potensial menyesatkan masyarakat.
"Pada jelang Pilpres 2019, FPR mengambil sikap netral sesuai dengan kode etik jurnalistik, menjaga independensi dan mewaspadai hoax. Siapapun yang terpilih, diharapkan dapat menjaga kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi," kata Presdien FPR. **Prc2
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.









