Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Memprihatinkan, Warga Tanjung Darul Meranti Berjalan 7 KM Mendapatkan Tenaga Medis
PELITARIAU, Selatpanjang - Warga Desa Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, membutuhkan pelayanan medis yang memadai. Hingga kini untuk mendapatkan pelayanan medis, warga setempat harus menyeberangi sungai dan menempuh jalan tanah 7 kilometer untuk mendatangi bidan desa tetangga.
Kepala Desa Tanjung Darul Takzim, Basri Rasyid, kepada wartawan, Kamis (13/11) di kantornya mengatakan, kondisi itu dialami warga setempat sejak lama, bahkan sejak desa itu belum dimekarkan tahun 2011 lalu dari Desa Tanjung sebagai desa induk.
"Warga disini memang sulit mendapatkan pelayanan medis dari Bidan atau Perawat, karena memang disini belum ada fasilitas kesehatan seperti Posyandu, Poskesdes atau lainnya sebagai penunjang kerja mereka. Sampai sekarang warga masih mendatangi bidan Desa Tanjung yang jauh dan harus menyeberangi sungai," kata Basri.
Diceritakannya, pernah terjadi warga desa ini yang sedang sakit akhirnya meninggal dunia diperjalanan saat akan dibawa ke bidan desa tetangga, terlebih bila pasien itu harus dibawa ke Rumah Sakit di Kota Selatpanjang.
"Dulu ada anak usia sekolah MTs mengalami sakit batuk darah. Saat dilarikan untuk mendapatkan perobatan, baru sampai di jembatan desa tetangga (Desa Tanjung, red) sudah meninggal dunia. Di desa kami juga ada dua orang penderita kusta yang perlu pengawasan medis," ucapnya.
Diungkapkannya, sejak desa ini berdiri, pernah dua kali penempatan tenaga Bidan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun belum sempat bertugas melayani masyarakat, tenaga bidan desa itu sudah langsung mengajukan surat permohonan untuk pindah tugas ke tempat lain.
"Kami juga memaklumi alasan mereka tidak betah bertugas disini. Selain belum ada fasilitas bangunan kesehatan, jarak tempuh yang jauh dengan kondisi jalan yang belum mendapatkan pembangunan yang layak, juga menjadi kendala mereka untuk ikhlas mengabdi di desa kami," ujarnya.
Untuk itu Kepala Desa ini berharap, melalui program tahun anggaran 2015 mendatang Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan perhatian penuh terhadap kebutuhan pelayanan medis masyarakat desanya. Selain penempatan tenaga medis seperti Bidan atau Perawat, di desa ini juga perlu dibangun Fasilitas Kesehatan beserta peralatan medis yang memadai.
"Kami berharap melalui program APBD tahun 2015 mendatang, di desa kami dapat ditugaskan tenaga medis bidan atau perawat. Kemudian dapat dibangun fasilitas Pos Kesehatan Desa disini. Kami berjanji melalui ADD juga akan memberikan perhatian dalam mendukung tugas tenaga medis itu di desa ini," harapnya. (kor. nto)
Editorial: Rio Ahmad
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .









