Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1085 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2732 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5283 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2424 Kali
Cerita Buruh Tambang Pasir, Dapat Upah Rp 20 Ribu Perhari
Buruh tambang pasir Budiharri Yanto sedang bekerja memuat pasir bersama kawan-kawanya Rp 25 ribu permobil
Penulis : Doni Ruby Saputra ( Wartawan pelitariau.com )
PELITARIAU, Rengat - Tak nampak upaya pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, dalam memperhatikan nasib buruh lepas di Kabupaten Inhu, Budiharri Yanto, (32) Warga Desa Pasirsialang jaya Kecamatan Lirik sungguh memprihatinkan.
Buruh tambang pasir yang sudah tiga tahun ini menggeluti pekerjaanya sering mendapatkan gaji Rp 20 ribu per-hari, belum ada pendataan dirinya sebagai buruh yang dilakukan oleh pemerintah setempat.
Budiharri Yanto satu dari ratusan buruh di Kabupaten Inhu yang bekerja dengan gaji jauh di bawah standar, Budiharri Yanto yang termasuk dalam kelompok penambang pasir ini bekerja dari pagi hingga sore terkadang gaji tertinggi di dapatnya dalam sehari bisa mencapai Rp 60 ribu.
"Tidak ada kerjaan lain pak, kami terpaksa harus kerja ini, jarang sekali kami mendapatkan gaji perharinya enam puluh ribu, yang sering kami mendapat gaji dua puluh ribu," kata Budiharri Yanto kepada pelitariau.com Selasa (11/11) di saat sedang bekerja di lokasi tambang.
Imbalan sekecil itu didapatnya ketika setelah memasukan pasir kedalam sebuah mobil truk, dimana sekali bekerja memuat pasir kedalam mobil truk tidak mampu sendirian terkadang berdua dan bertiga bahkan berempat orang.
Setiap memuat pasir kedalam mobil truk upah permobilnya diterima Rp 25 ribu permobil, jika jumlah perkerja mencapai dua orang atau tiga orang maka dibagi rata. "Upah setiap mobil Rp 25 ribu maka kami bagi rata dengan jumlah yang bekerja," ujarnya.
Sebagai buruh pasir katanya, keberatan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya namun mau diapakan lagi sebab tidak ada pekerjaan lain.
Dirinya bersama buruh-buruh lain berharap, kalau Pemerintah Kabupaten Inhu bisa lebih memperhatikan nasib buruh, apa lagi buruh yang tidak terdata dalam perusahaan Perseroan Terbatas ( PT ).
pantauan dilapangan, di Desa Pasir Sialang Jaya Kecamatan Lirik terdapat 30 lebih jumlah tambang pasir, dimana pasir disedot dari sungai Indragiri. semantara itu, kases jalan yang dilalui para pengangkut pasir kondisi jalanya sangat memprihatinkan, berlumpur sepanjang jalan desa tersebut. pelitariau.com
Editor: Ramdana Yudha
BERITA LAINNYA +INDEKS
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








