Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Turun Harga Karet di Pranap Inhu "Mencekik" Petani
PELITARIAU, Inhu - Ketidak stabilan harga karet membuat sebagian para petani beralih untuk menanam kelapa sawit, kondisi harga karet yang tidak kunjung naik sejak beberapa tahun belakangan membuat ekonomi petani karet juga terpuruk.
Wilayah Kecamatan Peranap pendapatan masyarakat dulunya adalah karet, mayoritas masyarakat petani karet secara bertahap menimbang pohon karet dan mengganti dengan menanam kelapa sawit.
Turunnya harga karet seperti tidak akan naik lagi, dan tidak diketahui penyebab harga karet terus menurun.
Sejak satu bulan yang lalu harga karet kembali turun semula Rp7000 menjadi Rp6800 perkilo gramnya, semula sejak dua bulan belakang harga karet masih berkisaran Rp7200 sampai Rp 7500 perkilo gramnya yang dibeli oleh penulakn karet (agen, atau pengepul karet petani,red).
Seperti yang diungkapkan oleh Arahim (40) warga Desa Gumanti Kecamatan Peranap seorang petani karet berbincang dengan Pelitariau.com Senin (05/03/2018) menjelaskan kondisi turunnya harga karet petani yang di beli oleh tengkulak terjadi variasi.
"Kami sekarang ingin menanam sawit saja, karena harga karet ntah kapan bisa naik dengan harga yang memuaskan seperti tahun-tahun dulu," kata Arahim.
Senada yang di sampaikan Junaidi, dia mengaku sedih atas keterpurukan ekonomi keluarganya akibat turunnya harga karet. Dia juga mengaku hanya bisa bersabar menghidupkan keluarga dan menyekolahkan anak dengan kondisi harga karet petani sekarang. "Kami tidak tau alasannya harga karet tidak kunjung naik". Jelas Junaidi.
Diceritakannya, seperti lebih kurang lima tahun silam harga karet bisa mencapai Rp 20,000 sampai Rp 25000 perkilo gramnya tapi masa itu ntah kapan lagi, sebagai petani karet bisa merasakan lagi kejayaan karet.
Pria yang biasa di panggil Ijon ini juga menyampaikan keluhan, sebagai petani yang bergantung hidup dengan mengandalkan hasil karet. "Kami petani berharap kepada pihak terkait dan pemerintah agar ditinjau kembali harga karet saat ini, supaya kami dapat berpenghasilan karet yang cukup memuaskan kan lagi," harapnya.
Informasi harga karet yang berhasil di himpun pelitariau.com di sebuah pedagang penulak karet yang ada di Desa Gumanti, memang harga karet secara umum di kecamatan Peranap mengalami penurunan saat ini harga karet petani di pasaran berkisar Rp6800 Hingga Rp7000. **Arif
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









