Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Rekomendasi KPK Soal Menteri Jokowi Tak Perlu Diumumkan
PELITARIAU, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, rumitnya penyusunan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, disebabkan adanya rekomendasi Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang dibuka ke publik.
“Menurut pengertian saya yang awam, rekomendasi tersebut sangat perlu. Namun, berstatus rahasia negara, sangat tertutup dan hanya bisa dibaca oleh Presiden,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, kamis (22/10).
Menurutnya, perlu ada keseimbangan antara pemerintahan yang bersih dengan hak prerogratif Presiden dalam menyusun kabinet, sesuai undang-undang.
“Kita harus ingat bahwa Presiden ex officio adalah kepala negara yang dapat mengatur trias politika sekaligus sesuai dangan alur demokrasi, tidak hanya kepala eksekutif,” jelasnya.
Andaikan saja, lanjut Hasyim, rekomendasi KPK disampaikan kepada Presiden Jokowi secara tertutup, tentu presiden akan bijak dalam menentukan kabinet bersih tanpa goncangan.
“Saya percaya Pak Jokowi berkepribadian anti-korupsi.?Tapi semua telah terlanjur, kotak pandora telah dibuka tanpa bisa ditutup lagi. Tinggal kembali ke Presiden. Jokowi tidak perlu merasa fait acomply dengan rekomendasi yang dipublisir itu,” terangnya.
Hasyim menilai, tak hanya yang diberi tanda merah dan kuning bisa korupsi. Namun, yang bertanda hijau pun, bisa jadi melakukan korupsi saat menjabat sebagai menteri.
"Siapa yang menjamin ke depan tidak korupsi. Yang hijaupun nanti kalau korupsi harus dicopot, dan tidak menjadi aib untuk Presiden. Maka pendapat saya, perhatikan KPK dengan saran-saranya sekaligus tegakkan kepala sebagai kepala negara, agar ada keseimangan antara peringatan keras KPK tentang korupsi seorang menteri dan praduga tak bersalah,” paparnya.
Dia juga mengimbau, agar masyarakat proporsional dalam menilai keadaan ini. “Hari ini ujian pertama Jokowi dan akan terus banyak ujian, serta pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah Presiden sendiri, bukan orang lain,” pungkasnya Sebagaimana dilansir okezone
Editorial: Rio Ahmad
DPRD Riau Turun ke Warga: Ginda Burnama Sosialisasikan Ranperda RT RW di Marpoyan Damai
PELITARIAU, PEKANBARU – Anggota DPRD Provinsi Riau, Ginda Burnama ST MT, mengg.
Ini Kata Mona Sri Wahyuni Usai Pelantikan Pengurus PAN se Riau oleh Zulkifli Hasan
PELITARIAU, Pekanbaru - Anggota DPRD kota Pekanbaru, Mona Sri Wahyuni SE, AK men.
Polres Pelalawan Gerebek Rumah Kontrakan di Rawang Sari, 28 Paket Sabu Disita
PELITARIAU, Pelalawan - Sat Resnarkoba Polres Pelalawan kembali menggagalkan per.
DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Gelar Berbuka Puasa Bersama Dan Santuni Puluhan Anak Yatim
PELITARIAU Pekanbaru - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Riau .
Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto: Konferda Momentum Untuk Memperkuat Akar Rumput Partai dan Kader
PELITARIAU, Pekanbaru – Sabtu (22/11/2025) bertempat di Hotel Labersa Se.
Drs H Asra Faber MM: Orang Baik Harus Paham Politik Jika Tidak, Penjahat yang Kendalikan
PELITARIAU, Sumbar - Orang baik, harus paham mengenai politik. Jika tidak,.









