Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Lokomotif RI Pertama diangkut ke Solo, Ternyata ada Syarat Mistis
PELITARIAU, Jakarta – Lokomotif kuno yang pernah digunakan Presiden Sukarno dan Wakil Mohammad Hatta sebagai kereta kepresidenan tiba di Solo Surakarta, Kamis, 17 November 2016. Lokomotif ini merupakan lokomotif pertama yang dimiliki Indonesia.
Selama ini, lokomotif kuno itu dipajang di Taman Mini Indonesia Indah. Nantinya, kereta buatan tahun 1950 dengan nomor seri D52009 itu akan kembali difungsikan mendampingi Kereta Api Uap Jaladara untuk atraksi wisata di Solo.
Penanggungjawab pengiriman, Satar, mengaku pengangkutan lokomotif kuno dengan menggunakan truk besar itu memakan waktu hingga lima hari perjalanan. "Waktu yang dibutuhkan cukup lama karena kecepatan truk hanya 20 km/jam. Selain itu truk yang mengangkut loko itu jalan ketika malam hari," kata Satar dikutp viva.co.id
Menurut Satar, selama proses pengiriman lokomotif kuno ini terbilang unik. Sebab ada syarat mistis yang harus dipenuhi selama truk membawa lokomotif.
Syarat itu berupa pemasangan bendera Merah Putih dengan bambu runcing, lokomotif tidak boleh ditutup terpal serta membakar dupa.
"Padahal SOP (standar operasional prosedur) untuk pengangkutan loko itu harus ditutup terpal, tapi karena ada permintaan itu ya tidak ditutup. Kita menutupnya ketika akan masuk Solo," katanya.
Satar pun memenuhi syarat mistis tersebut. Sebab berdasar pengalamannya ketika pengangkutan lokomotif dari Ambarawa menuju Sawahlunto Sumatera Barat, akibat tidak mengikuti syarat mistis beberapa kali menemui halangan. Seperti truk yang mengangkut lokomotif sempat tidak mau bergerak serta bannya pecah.
"Sebenarnya sih saya nggak percaya. Namun berdasarkan pengalaman empat tahun lalu kita ya memenuhi SOP mistis itu," kata dia tertawa.***(r 10/prc)
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








