DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Turun Harga Karet di Pranap Inhu "Mencekik" Petani

Editor :Yudha Rabu,07 Maret 2018 | 00:06:08 WIB
Turun Harga Karet di Pranap Inhu Ket Foto : Aktifitas tengkulak mengumpulkan karet milik petani di Kecamatan Peranap Kabupetan Indragiri Hulu-Riau

PELITARIAU, Inhu - Ketidak stabilan harga karet membuat  sebagian para petani beralih untuk menanam kelapa sawit, kondisi harga karet yang tidak kunjung naik sejak beberapa tahun belakangan membuat ekonomi petani karet juga terpuruk.

Wilayah Kecamatan Peranap pendapatan masyarakat dulunya  adalah karet, mayoritas masyarakat petani karet secara bertahap menimbang pohon karet dan mengganti dengan menanam kelapa sawit.

Turunnya harga karet seperti tidak akan naik lagi, dan  tidak diketahui penyebab harga karet terus menurun.

Sejak satu bulan yang lalu harga karet kembali turun semula Rp7000 menjadi Rp6800 perkilo gramnya, semula sejak dua bulan belakang harga karet masih berkisaran Rp7200 sampai Rp 7500 perkilo gramnya yang dibeli oleh penulakn karet (agen, atau pengepul karet petani,red).

Seperti yang diungkapkan oleh Arahim (40) warga Desa Gumanti Kecamatan Peranap seorang petani karet berbincang dengan Pelitariau.com Senin (05/03/2018) menjelaskan kondisi turunnya harga karet petani yang di beli oleh tengkulak terjadi variasi.

"Kami sekarang ingin menanam sawit saja, karena harga karet ntah kapan bisa naik dengan harga yang memuaskan seperti tahun-tahun dulu," kata Arahim.

Senada yang di sampaikan Junaidi, dia mengaku sedih atas keterpurukan ekonomi keluarganya akibat turunnya harga karet. Dia juga mengaku hanya bisa bersabar menghidupkan keluarga dan menyekolahkan anak dengan kondisi harga karet petani sekarang. "Kami tidak tau alasannya harga karet tidak kunjung naik". Jelas Junaidi.

Diceritakannya, seperti lebih kurang lima tahun silam harga karet bisa mencapai Rp 20,000 sampai Rp 25000 perkilo gramnya tapi masa itu ntah kapan lagi, sebagai petani karet bisa merasakan lagi kejayaan karet.

Pria yang biasa di panggil Ijon ini juga menyampaikan keluhan, sebagai petani yang bergantung hidup dengan mengandalkan hasil karet. "Kami petani berharap kepada pihak terkait dan pemerintah agar ditinjau kembali harga karet saat ini, supaya kami dapat berpenghasilan karet yang cukup memuaskan kan lagi," harapnya.

Informasi harga karet yang berhasil di himpun pelitariau.com di sebuah pedagang penulak karet yang ada di Desa Gumanti,  memang harga karet secara umum di kecamatan Peranap mengalami penurunan saat ini harga karet petani di pasaran berkisar Rp6800 Hingga Rp7000. **Arif

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved