DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Khusus Budidaya Perikanan

Gubri: Kawasan Pesisir akan Kita Garap Serius Mulai Tahun 2018

Editor :Zulmi Senin,01 Januari 2018 | 06:00:27 WIB
Gubri: Kawasan Pesisir akan Kita Garap Serius Mulai Tahun 2018 Ket Foto : Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menghadiri penebaran bibit ikan (restocking) baung sebanyak 50.000 ekor di perairann Sungai Mandau di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Kamis (28/12/2017).

PELITARIAU, Pinggir - Mulai tahun 2018, kawasan pesisir akan menjadi fokus pengembangan pembangunan sektor Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau.

Karena panjang garis pantai di Provinsi Riau sekitar 2.486 kilometer (km). Namun yang baru termanfaatkan hanya sekitar 2 Km. 

"Mulai tahun 2018, kawasan pesisir ini akan kita garap serius untuk budidaya perikanan,” ujar Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman ketika menghadiri kegiatan penebaran bibit ikan (restocking) baung sebanyak 50.000 ekor di perairann Sungai Mandau yang dipusatkan di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Kamis (28/12/2017).

Ikut mendampingi Gubri, selain Bupati Bengkalis, Amril Mukminin  antara lain Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau H Herman Mahmud, dan Pelaksana Tugas Kadis Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis Aulia.

Menurut Gubri, bakal diberdayakannya garis pantai di kawasan pesisir untuk budidaya perikanan bertujuan agar potensi tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sehingga nanti dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Selain itu, melalui program kegiatan dimaksud, kita juga berharap kejayaan Provinsi Riau sebagai penghasil ikan terbesar dapat dikembalikan. Dahulu kita semua tentu masih ingat, kalau ditanya salah satu daerah penghasil ikan terbesar di dunia, pasti Bagan Siapi-Api yang disebut. Kejayaan inilah yang ingin coba kita kembalikan melalui pemanfaatan kawasan pesisir dimaksud,” papar Gubri.

Memang, dahulu Bagan Siapi-Api (Ibukota Kabupaten Rokan Hilir) terkenal sebagai penghasil ikan terpenting, sehingga dijuluki sebagai kota ikan.

Menurut beberapa sumber, di antaranya surat kabar De Indische Mercuur menulis bahwa pada tahun 1928, Bagansiapiapi adalah kota penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah kota Bergen di Norwegia.

Selain itu, pada tahun 1980-an, buku-buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah-sekolah dasar masih mencantumkan bahwa salah satu daerah penghasil ikan terbesar dan teramai di Indonesia adalah Bagansiapiapi, yang pada saat itu masih masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bengkalis.

Dan, pada masa jayanya dahulu, nama kota Bagan Siapi-Api memang lebih terkenal daripada Pekanbaru maupun Provinsi Riau.**ulm

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved