Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sejumlah Advokat Laporkan Tiga Hakim Perkara Jessica ke Bareskrim
PELITARIAU, Jakarta - Sejumlah advokat yang tergabung dalam Kantor Pendidikan Advokat Pengacara Indonesia (KAPINDO) dan Kongres Advokat Indonesia (KAI) melaporkan tiga hakim yang menangani perkara Jessica Kumala Wongso ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
Ketiga hakim yang dilaporkan yakni Binsar Gultom, Partahi Tulus Hutapea, dan hakim ketua Kisworo. Upaya pelaporan ini terkait perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan ketiga hakim tersebut pada putusan sidang Jessica.
Perwakilan advokat, Bahriansyah, mengatakan, perbuatan majelis hakim yang menyerang kepribadian Jessica dinilai tak masuk akal. Bahkan majelis hakim menyebutkan tangis Jessica saat persidangan adalah palsu.
"Menyebut tangisan palsu itu menghina terdakwa. Itu yang kami laporkan ke Bareskrim," ujar Bahriansyah saat dihubungi CNN Indonesia, kemarin.
Bahriansyah juga melaporkan perbuatan majelis hakim yang dianggap menyerang kehormatan profesi advokat. Namun, menurutnya, pihak Bareskrim masih memintanya menjelaskan lebih detail tentang perbuatan tersebut.
"Perbuatan menyerang profesi advokat ini kurang detail. Kami diminta memperbaiki," katanya.
Rencananya, Bahriansyah akan kembali menyerahkan laporan yang telah diperbaiki pada 3 November mendatang. Usai dari Bareskrim, pihaknya akan melaporkan majelis hakim ke Komisi Yudisial terkait pelanggaran kode etik. Setelah itu baru mereka melaporkan ke Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) dan Mahkamah Agung.
"Nanti dipilah-pilah dulu oleh Bareskrim perbuatan mana yang tidak menyenangkan bagi terdakwa. Nanti dipelajari dan dilihat dulu sesuai atau tidak," tutur Bahriansyah.
Sementara itu, pihak KY sebelumnya telah meminta agar pelaporan dugaan hakim yang melanggar kode etik ini mengikuti mekanisme yang berlaku di KY maupun MA.
Juru bicara KY Farid Wajdi mengatakan, sejak awal KY telah mengawal kasus Jessica yang cukup menarik perhatian publik. Selama ini KY telah melakukan pemantauan baik secara terbuka maupun tertutup.
Pihaknya pun telah menerima aduan dari kuasa hukum Jessica yang sempat melaporkan anggota majelis hakim Binsar Gultom. Menurut Farid, demi menjaga kehormatan dan kemandirian persidangan, apapun temuannya akan diproses setelah semua proses hukum selesai.
"Sekali lagi pada seluruh pihak, hormati peradilan di Indonesia. Apapun upayanya harus ikuti sesuai aturan," tuturnya.
Sebelumnya majelis hakim telah menjatuhkan vonis 20 tahun bagi Jessica. Dia terbukti melakukan pembunuhan berencana hingga menewaskan Wayan Mirna Salihin.
Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan bahwa tangis Jessica saat membacakan pledoi di persidangan hanya sandiwara. Jessica juga dianggap selalu berbohong selama persidangan. ***(r 19/prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








