Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Polisi Inhu Lindungi Gajah Liar Dari Ancaman Senjata Gobok
PELITARIAU, Inhu - Seokor gajah liar yang berkeliaran di pemukiman warga Desa Anak Talang Kecamatan Batangcenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sejak Sabtu (8/10) lalu hingga Rabu (12/10) terus dipantau oleh polisi, memang terdapat sejumlah tanaman warga yang dirusak namun keberadaan gajah liar yang masuk ke pemukiman warga belum mengancam jiwa.
Gajah liar yang berasal dari konservasi satwa liar daerah Kabupaten Muara Tebo Provinsi Jambi tersebut sudah memakan pucuk dan merusak perkebunan sawit masyarakat di kawatirkan jika tedak dilakukan evakuasi akan memakan korban. Untuk melakukan evakusi gajah dilakukan sistim tembak bisu, dimana regu konservasi gajah Frankfurt Zoological Society yang berasal dari Muara Tebo berkordinasi untuk melakukun termbak bius gajah dengan Polda Riau.
Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni Sik kepada pelitariau.com menegaskan kalau, polisi memastikan kalau seekor gajah liar yang masuk ke pemukiman warga tidak akan dibunuh sebab, senjata rakitan jenis gobok milik warga sebanyak 95 pucuk di daerah tersebut sudah diamankan oleh polisi. "Keberadaan gajah tersebut terpantau oleh. "Tidak mungkin di tembak warga sebab senjata rakitan sudah diserahkan masyarakat ke polsek," kata Kapolres.
Terpisah, Kapolsek Batang Cenaku Iptu Arsad menjelaskan, kalau dengan pengumpulan senjata rakitan milik warg maka, satwa liar yang dilindungi undang-undang terbebas dari penembakan liar oleh masyarakat. "Daerah Batang Cenaku masih banyak hewan di lindungi, seperti gajah, harimau, rusa dan burung, pengumpulan senjata rakitan jenis gobok maka, tidak ada penembakan liar," jelas Arsad.
Selain itu katanya, pengumpulan senjata rakitan jenis milik masyarakat untuk menghindari konflik sosial yang bisa menyalah gunakan senjata api rakitan jenis gobok. "Penyalah gunaan senjata api diancam dengan pidana 20 tahun penjara sesuai dengan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951," ujar Arsad.**zpn
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
PELITARIAU,Meranti - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Rapat Paripurna .
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
PELITARIAU,Meranti - Warga suku asli di Dusun II Nerlang, Desa Sungai Tohor Bara.
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti menggelar Upacara Peringatan Hari .
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar melantik dan .








