• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1137 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2457 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2827 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5387 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2462 Kali

  • Home
  • Sastra & Budaya
  • Indragiri Hulu

Putri Kaca Mayang Sebuah Dongeng Melegenda di Riau

Rio Ahmad

Rabu, 10 Agustus 2016 08:29:24 WIB
Cetak
Putri Kaca Mayang Sebuah Dongeng Melegenda di Riau
ilustrasi

PELITARIAU.com - Putri Kaca Mayang merupakan sebuah dongeng Yang sudah melegenda di Propinsi Riau. Saat ini namanya dijadikan sebagai Taman Rekreasi di pusat Kota Pekanbaru, sedangkan makamnya sendiri berada di Desa Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.

Pada zaman dahulu kala, berdirilah kerajaan yang sangat termasyur di tepian Sungai Siak. Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Gasib. Kemasyuran tersebut dikarenakan adanya seorang panglima yang gagah perkasa dan juga disegani, Panglima Gimpam namanya.

Selama Panglima Gimpam menjadi panglima kerajaan, tidak ada satupun kerajaan lain yang dapat menaklukkan Kerajaan Gasib karena pasukan yang dipimpinnya selalu memenangkan pertarungan.

Tak hanya itu, di Kerajaan Gasib juga ada salah seorang putri yang kecantikannya telah terkenal hingga ke berbagai negeri. Putri tersebut bernama Putri Kaca Mayang.

Meski demikian, belum ada seorang raja pun yang berani meminangnya. Mereka merasa segan untuk meminang sang Putri, karena Raja Gasib terkenal mempunyai Panglima Gimpam yang gagah berani itu.

Sampai pada suatu hari, datanglah dua utusan yang berasal dari Kerajaan Aceh. Adapun tujuan kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan pinangan Raja Aceh yang ingin mempersunting Putri Kaca Mayang. Akan tetapi, pinangan tersebut ditolak oleh Raja Gasib yang merasa bahwa putrinya masih belum bersedia untuk dinikahi.

Setelah pinangan tersebut ditolak, maka kedua utusan tersebut kembali ke Aceh dan menyampaikan penolakan Raja Gasib. Raja Aceh yang tersinggung akhirnya memutuskan untuk berperang.

Raja Gasib sebelumnya telah menduga bahwa Raja Aceh akan menyerang karena penolakan tersebut. Oleh sebab itu, ia pun segera mempersiapkan pasukannya di bawah pimpinan Panglima Gimpam.

Panglima Gimpam pun langsung menuju ke kuala sungai untuk berjaga di gerbang utama, menyambut kedatangan pasukan Kerajaan Aceh yang hendak menyerang.

Ternyata persiapan ini diketahui oleh Raja Aceh melalui mata-mata yang diutusnya. Raja Aceh pun mengeluarkan siasat licik dengan memaksa seorang penduduk setempat untuk menunjukkan jalan lain menuju ke Kerajaan Gasib.

Akhirnya, sampailah Raja Aceh ke Kerajaan Gasib tanpa sepengetahuan Panglima Gimpam. Dengan ketiadaan Panglima Gimpam, maka memudahkan Raja Aceh memporak-porandakan Kerajaan Gasib.

Para prajurit Kerajaan Gasib yang tidak menduga hal ini akhirnya kalah perang. Setelah memporak-porandakan Kerajaan Gasib, Raja Aceh kemudian melarikan Putri Kaca Mayang.

Panglima Gimpam yang baru mengetahui hal tersebut, kemudian bergegas menuju ke Kerajaan Aceh. Dengan kesaktiannya, Panglima Gimpam sampai di gerbang Kerajaan Aceh.

Namun di depan gerbang tersebut, ia telah disambut oleh para prajurit dan dua ekor gajah ganas Kerajaan Aceh. Berkat kesaktiannya, ia berhasil mengalahkan para prajurit tersebut. Bahkan gajah tersebut berhasil dijinakkannya.

Melihat kesaktian Panglima Gimpam, Raja Aceh akhirnya menyerahkan Putri Kaca Mayang. Seketika itu juga, Panglima Gimpam memutuskan untuk kembali pulang ke Kerajaan Gasib.

Selama di perjalanan, Putri Kaca Mayang mengidap suatu penyakit parah. Kesehatan tubuhnya semakin melemah dan ia tidak tahan lagi untuk melanjutkan perjalanan.

Akhirnya di tepian Sungai Kuantan, Putri Kaca Mayang meminta Panglima Gimpam untuk menghentikan perjalanan. Tak lama kemudian, ia meninggal di pangkuan Panglima Gimpam.

Panglima Gimpam yang menyesal telah gagal membawa Putri Kaca Mayang kembali dengan hidup akhirnya menyerahkan jenazah Putri kepada Raja Gasib.

Mengetahui hal itu, Raja Gasib beserta seluruh penduduk Kerajaan Gasib merasa sedih. Bahkan ia akhirnya menyerahkan pucuk pemerintahan kepada Panglima Gimpam karena merasa tak mampu lagi memimpin kerajaan.

Sepeninggalan Raja Gasib yang mengasingkan diri di Gunung Ledang, Malaka, Panglima Gimpam pun menjadi pemimpin kerajaan. Namun karena kesetiaannya, Panglima Gimpam melepaskan jabatannya.

Panglima Gimpam kemudian memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan Gasib dan membuka perkampungan baru yang akhirnya semakin berkembang. Perkampungan tersebut kini menjadi Kota Pekanbaru.

Dongeng ini dipercaya sebagai asal-usul Kota Pekanbaru, makam Panglima Gimpam sendiri masih dapat Encik dan Puan jumpai di Hulu Sungai Sail, sekitar 20 km dari kota Pekanbaru.***(prc/InfoPKU)



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sastra & Budaya

Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura

Sabtu, 09 Mei 2026 - 12:09:42 WIB

PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.

Sastra & Budaya

13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia

Ahad, 27 Juli 2025 - 17:32:43 WIB

PELITARIAU , Jakarta  – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.

Sastra & Budaya

Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:57:20 WIB

PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.

Sastra & Budaya

Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

Senin, 07 Juli 2025 - 15:33:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.

Sastra & Budaya

Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa

Selasa, 01 Juli 2025 - 22:20:40 WIB

PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.

Sastra & Budaya

Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja

Selasa, 01 April 2025 - 17:38:06 WIB

PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.

Terkini

  • +INDEX
Polsek Bandar Sei Kijang dan PT. CDS Tanam Jagung Pipil 1 Hektare, Dukung Asta Cita Presiden Untuk Ketahanan Pangan
14 Juli 2026
Hari Pertama Sekolah, Bupati Asmar Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal di Kepulauan Meranti
14 Juli 2026
Audit Kinerja Itwasum Polri di Polresta Pekanbaru Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja
14 Juli 2026
Berikan Pemahaman Tentang Narkoba Polres Meranti Gelar Penyuluhan ke Sekolah
14 Juli 2026
Perkuat Sinergi Pengamanan, Rutan Rengat Terima Kunjungan Kabag Ops Polres Inhu
13 Juli 2026
Polda Riau Gelar Sertijab Sejumlah Kapolres dan Pejabat Utama, Dipimpin Langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan
13 Juli 2026
BPJS Kesehatan Perluas Akses Layanan JKN hingga Daerah 3T Lewat VIOLA dan BPJS Keliling
13 Juli 2026
Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita Resmi Jabat Kapolres Kepulauan Meranti
13 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 144 Anggota BPD Dari 28 Desa di Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Sinergi Bangun Desa
13 Juli 2026
Bupati Asmar Lepas 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, Dorong Pengabdian Berdampak Bagi Desa di Meranti
13 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita Resmi Jabat Kapolres Kepulauan Meranti
  • 2 Bupati Asmar Lepas 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, Dorong Pengabdian Berdampak Bagi Desa di Meranti
  • 3 Bupati Asmar Sambut 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Tekankan Pengabdian di Kepulauan Meranti
  • 4 Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Tanaman P2B Warga
  • 5 Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
  • 6 Resmikan Mako Baru Polsek Rangsang Barat, Kapolres Meranti Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Profesionalisme Personel
  • 7 Bupati Asmar Percepat Persiapan Lahan Gudang Bulog di Dorak, Targetkan Pembangunan Segera Dimulai

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved