Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
28 Lukisan Koleksi Istana Dikawal Ketat Brimob dan Paspampres
PELITARIAU, Jakarta - Tak hanya presiden yang perlu dikawal secara ketat. 28 Lukisan koleksi Istana Negara Republik Indonesia ini juga dianggap penting, sampai perlu dikawal ketat oleh Brimob dan Paspampres.
Beberapa lukisan diboyong langsung dari Istana Negara Bogor, Cipanas, dan Gedung Agung, Yogyakarta untuk sampai ke Galeri Nasional Indonesia. Ada 28 lukisan yang dipamerkan dalam pameran "Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia".
"Dari bulan Juli, kami panitia dibantu oleh Brimob dan Paspampers untuk mengawal lukisan-lukisan ini sampai ke sini. Jika di sini seperti tidak terlalu ketat, memang sengaja agar kesannya tak terlalu serius. Tapi hati-hati saja, di sini banyak mata-matanya," kata Mikke Santoso, Kurator pameran Goresan Juang Kemerdekaan kepada KompasTravel, Senin (1/8/2016).
Mikke mengaku tak dapat menjelaskan secara terperinci berapa nilai dari lukisan-lukisan karya maestro lukis Indonesia tersebut. Antara lain lukisan karya Affandi, Basoeki Abdullah, S Sudjojono, dan beberapa maestro lainnya.
"Kalau lukisan Raden Saleh yang Penangkapan Pangeran Diponegoro itu saja, tahun 2010 dinilai oleh Departmen Keuangan mencapai Rp 48 miliar. Tetapi disebutkan di Kompas kalau nilainya bisa dua sampai tiga kali lipat itu," kata Mikke.
Lukisan yang Mikke maksud terpajang di pameran Goresan Juang Kemerdekaan. Karya seni tersebut tercatat sebagai lukisan tertua di pameran yang dibuat oleh Raden Saleh pada tahun 1857.
Selain bernilai jual tinggi, lukisan-lukisan yang dipamerkan untuk memeringati 71 tahun kemerdekaan RI ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Misalnya, lukisan dengan judul "Memanah" karya Henk Ngantung yang merupakan lukisan latar belakang pembacaan proklamasi Indonesia pada 17 Agustus 1945 di rumah Soekarno. Ada pula lukisan Affandi dengan judul "Laskar Rakyat Mengatur Siasat 1" yang awalnya dibuat poster untuk memerjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Oleh karena itu, tak heran, peraturan cukup ketat diberlakukan oleh Galeri Nasional selama pameran berlangsung. Pengunjung tak boleh berfoto close up dan menggunakan lampu kamera untuk menghindari plagiarisme, tak boleh membawa tongsis atau benda tajam, dan dilarang makan serta minum di ruang pameran.
Ada delapan orang pemandu yang berkeliling ruang pamer untuk menjelaskan dan mengawasi pengunjung, serta enam orang penjaga keamanan saat acara pameran.
Pameran lukisan "Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia" diselenggarakan dari 2-30 Agustus 2016 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 09.00-20.00 WIB.
Tak dipungut biaya untuk mengunjungi pameran ini. Untuk menuju lokasi Galeri Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Medan Merdeka Timur, Anda dapat menaiki angkutan umum TransJakarta dan berhenti di Stasiun Gambir. Gedung Galeri Nasional berada persis di seberang Stasiun Gambir.***(prc)
Komunitas Harmoni Kasih Nikmati Wisata Budaya Melayu di Istana Asserayah dan Kota Siak Sri Indrapura
PELITARIAU, Siak - Komunitas sosial Harmoni Kasih (HK) menggelar kegiatan wisata.
13 Tahun Berjalan, Pemerintah Tetapkan Hari Puisi Indonesia
PELITARIAU , Jakarta – Pemerintah menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Har.
Ketum JMSI Teguh Santosa Kunjungi Rumah Adat Bagas Godang di Madina
PELITARIAU, Sumut - Ketua Umum Jaringan Media Siber.
Wapres Ikut Viralkan Arkhan, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur
PELITARIAU, Pekanbaru - Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang.
Bupati Inhu dan Anggota DPRD Riau Terima Buku "Reunifikasi Korea" Karya DR Teguh Santosa
PELITARIAU, Riau — Bupati Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, Ade Agus Hartanto, bersa.
Utamakan Kebersihan Lokasi dan Keamanan Pengunjung Danau Raja
PELITARIAU, Inhu - Pihak pengelola berupaya meningk.








